Logika Kapitalisme dan Strategi Pecah-Belah
Dalam logika kapitalisme Amerika, ambang gugur berfungsi sebagai alat stabilisasi sistem. Kontradiksi struktural dikonversi menjadi tanggung jawab individu melalui narasi "kesetaraan kesempatan". Kegagalan dilihat sebagai hasil kompetisi personal, bukan kegagalan institusi.
Strategi pecah-belah berdasarkan ras, wilayah, atau status hukum mencegah terbentuknya kesadaran kolektif. Fragmentasi ini mempersulit lahirnya aksi politik kelas yang solid.
Mekanisme pemindahan tanggung jawab terjadi melalui finansialisasi hak dasar. Kesehatan menjadi komoditas, perumahan jadi aset investasi, dan pendidikan jadi investasi berisiko. Negara menarik diri dari kewajiban perlindungan universal, menyerahkan distribusi risiko kepada pasar.
Akar Budaya: Etika Protestan dan Sosial-Darwinisme
Fenomena ambang gugur berakar pada budaya Amerika. Etika Protestan yang menekankan kerja keras dan tanggung jawab individu cenderung menyalahkan korban atas kemiskinan. Sementara itu, sisa-sisa pemikiran Sosial-Darwinisme melihat tersingkirnya kelompok lemah sebagai "hukum alam".
Kombinasi pandangan budaya ini memberikan legitimasi bagi sistem yang tidak menyediakan perlindungan universal, membentuk masyarakat dengan toleransi rendah terhadap kerentanan dan risiko.
Ambang gugur merepresentasikan krisis multidimensi di Amerika Serikat. Ini adalah gejala dari sistem yang mengorbankan kelangsungan hidup individu demi stabilisasi makro, mengubah hak hidup layak menjadi privilege yang harus diperjuangkan sendiri di pasar. Tanpa reformasi mendasar pada pilar kesehatan, ekonomi, dan peradilan, tekanan pada "ambang" ini akan terus mendorong lebih banyak warga Amerika ke dalam jurang keterpinggiran.
Artikel Terkait
Teuku Ryan Diduga Jadi Ayah Ressa? Kronologi Lengkap & Fakta Kasus Denada
Roy Suryo Pakai Louis Vuitton ke Polda, Kembali Tuntut Ijazah Jokowi Dibuka
ASN Dinas Pendidikan Indramayu Tersangka Korupsi Bantuan PKBM Rp 1,4 Miliar: Modus & Kerugian Dipulihkan
Aturan Baru Cukai Tembakau: Pemerintah Legalkan Rokok Ilegal untuk Tingkatkan Penerimaan Negara