Selain kemiskinan, Presiden juga menyoroti persoalan ketahanan pangan. Ia merasa ganjal dengan fakta bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.
"Terutama yang tidak masuk di akal saya bagaimana bisa negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur. Tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor, impor, impor pangan. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya," tegas Prabowo.
Target Swasembada Pangan dalam Satu Tahun
Merespons kondisi tersebut, Prabowo Subianto memberikan target ambisius kepada jajaran menterinya. Ia menargetkan program swasembada pangan dapat terwujud dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari rencana awal yang ditetapkan selama empat tahun.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi fundamental untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia secara merata.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?