Di tengah meningkatnya polarisasi global isu HAM, Sidharto menekankan komitmen Indonesia pada prinsip inti Dewan HAM: universalitas, objektivitas, dan non-selektivitas. Indonesia juga akan memperjuangkan perlakuan setara terhadap semua hak, termasuk hak atas pembangunan.
"Kami percaya pada kemampuan Dewan HAM untuk berdialog, menjembatani perbedaan, dan tetap bersatu," katanya.
Tema "Presidency for All" dan Fokus Kepemimpinan
Indonesia mengusung tema "Presidency for All" selama masa kepemimpinannya. Fokusnya adalah pada pendekatan yang inklusif dan partisipatif dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, mulai dari negara anggota, organisasi masyarakat sipil, hingga kelompok rentan.
"Saya berkomitmen membangun kerja Dewan HAM yang lebih efektif, inklusif, dan dapat diakses semua pihak," tegas Sidharto. Komitmen ini mencakup pencegahan diskriminasi, promosi kesetaraan gender, serta peningkatan partisipasi negara kurang berkembang dan negara kepulauan kecil.
Artinya bagi Posisi Indonesia di Dunia
Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026 memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor kunci dalam diplomasi multilateral. Hal ini sekaligus mencerminkan kepercayaan komunitas internasional terhadap peran Indonesia sebagai penyeimbang dan perangkul dalam isu-isu HAM global.
Artikel Terkait
Susno Duadji Pertanyakan Misi Rahasia Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI