Geger! Korupsi Tambang dan Sawit Indonesia Rugikan Negara Rp186,48 Triliun
Sebuah temuan mengejutkan diungkap oleh Profesor Ekonomi Politik asal London, Michael Buehler. Dalam analisisnya, ia membeberkan praktik korupsi sistematis di sektor ekspor komoditas batu bara dan kelapa sawit yang telah merugikan pendapatan negara hingga Rp186,48 triliun.
Modus Korupsi: Manipulasi Faktur dan Klasifikasi
Buehler menyoroti modus operandi yang umum dilakukan, yaitu pemalsuan faktur perdagangan (trade misinvoicing). Para pengusaha diduga memanipulasi nilai, volume, atau jenis barang dalam dokumen kepabeanan. Dengan melaporkan nilai ekspor lebih rendah dari yang sebenarnya (under invoicing), uang dapat dialihkan ke luar negeri sementara kewajiban pajak, bea, dan royalti negara menjadi berkurang drastis.
Rincian Kerugian Negara yang Fantastis
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut rincian potensi kerugian negara:
- Batu Bara: Penyumbang terbesar dengan sekitar US$19,64 miliar dialihkan via under invoicing dan potensi kerugian pajak US$5,32 miliar.
- Minyak Sawit & Karet: Diperkirakan merugikan negara sekitar US$4 miliar.
Total potensi kerugian pajak dari enam komoditas utama (periode 1989-2017) mencapai US$11,1 miliar atau setara Rp186,48 triliun.
Artikel Terkait
Gaji Guru Honorer vs Sopir MBG: Viral Video Protes Kesenjangan Gaji 2026
Prabowo Cabut Izin PT Toba Pulp Lestari: Daftar 28 Perusahaan & Penyebab Lengkap
Pesawat ATR Jatuh di Maros: Basarnas Yakin Tak Ada Korban Selamat, Tetap Harap Mukjizat
Eggi Sudjana Bantah Ajukan Restorative Justice ke Jokowi: Fakta SP3 & Analisis Lengkap