Konfirmasi dari Menteri Keuangan RI
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, membenarkan adanya praktik kecurangan ini. Ia mengakui bahwa under invoicing cukup besar terjadi, khususnya di industri perkebunan sawit.
"Kita bisa deteksi bahwa beberapa dari perusahaan sawit melakukan under invoicing ekspor, separuh dari nilai ekspornya," ungkap Purbaya seperti dikutip Kompas.com.
Solusi: Penerapan Artificial Intelligence (AI)
Untuk menanggulangi dan mencegah kecurangan ini di masa depan, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pelaporan dan pemantauan pajak, khususnya untuk industri sawit dan tambang.
"Kita akan pakai teknologi AI agar memastikan bahwa pemasukan Indonesia tidak lagi bocor," tegas Purbaya. Langkah ini diharapkan dapat menutup celah manipulasi dokumen dan meningkatkan kepatuhan pajak.
Analisis Profesor Buehler ini menjadi alarm keras tentang betapa besarnya kebocoran pendapatan negara dari sektor sumber daya alam. Keberanian Menkeu Purbaya mengonfirmasi dan berkomitmen memberantasnya dengan teknologi mutakhir menjadi langkah krusial untuk memulihkan kerugian dan menegakkan good governance.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri