Keracunan Massal MBG Soto Ayam di Mojokerto: 261 Korban, 121 Masih Dirawat

- Senin, 12 Januari 2026 | 03:50 WIB
Keracunan Massal MBG Soto Ayam di Mojokerto: 261 Korban, 121 Masih Dirawat

Biaya Perawatan Ditanggung Pemerintah

Pemerintah Kabupaten Mojokerto memastikan seluruh biaya pengobatan dan perawatan korban keracunan MBG akan ditanggung penuh oleh negara melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

"Terkait biaya, semuanya akan ditanggung BGN. Masyarakat terdampak gratis, tidak mengeluarkan serupiah pun. Termasuk rumah sakit, semuanya ditanggung negara," tegas Teguh Gunarko.

Kisah Korban dan Trauma Wali Murid

Kiti Fatmalasari (29), wali murid dari Putri Candra Kirana (13), siswi SMP IT Al Hidayah, menceritakan putrinya mengalami gejala diare, panas, dan gemetar sejak Jumat malam. Meski kondisi sudah membaik, ia mengaku trauma.

"Saya trauma sedikit. Kalau bisa, MBG untuk anak-anak lebih diperhatikan lagi dari segi kebersihan dan higienitas," ujar Kiti di Puskesmas Kutorejo. Ia berencana akan membawakan bekal makanan dari rumah untuk anaknya ke depannya.

Ia juga mengkonfirmasi bahwa biaya perawatan putrinya ditanggung sepenuhnya. "Alhamdulillah gratis, sudah ditangani pihak sekolah," tukasnya.

Pelajaran dan Evaluasi Program MBG

Kejadian keracunan massal ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya pengawasan ketat dalam program makanan gratis. Aspek higienitas, kualitas bahan baku, dan proses pengolahan di SPPG harus menjadi prioritas utama untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

Pemerintah berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG pasca-kejadian ini untuk memastikan keamanan pangan bagi seluruh peserta didik.


Halaman:

Komentar