Biaya Perawatan Ditanggung Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Mojokerto memastikan seluruh biaya pengobatan dan perawatan korban keracunan MBG akan ditanggung penuh oleh negara melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
"Terkait biaya, semuanya akan ditanggung BGN. Masyarakat terdampak gratis, tidak mengeluarkan serupiah pun. Termasuk rumah sakit, semuanya ditanggung negara," tegas Teguh Gunarko.
Kisah Korban dan Trauma Wali Murid
Kiti Fatmalasari (29), wali murid dari Putri Candra Kirana (13), siswi SMP IT Al Hidayah, menceritakan putrinya mengalami gejala diare, panas, dan gemetar sejak Jumat malam. Meski kondisi sudah membaik, ia mengaku trauma.
"Saya trauma sedikit. Kalau bisa, MBG untuk anak-anak lebih diperhatikan lagi dari segi kebersihan dan higienitas," ujar Kiti di Puskesmas Kutorejo. Ia berencana akan membawakan bekal makanan dari rumah untuk anaknya ke depannya.
Ia juga mengkonfirmasi bahwa biaya perawatan putrinya ditanggung sepenuhnya. "Alhamdulillah gratis, sudah ditangani pihak sekolah," tukasnya.
Pelajaran dan Evaluasi Program MBG
Kejadian keracunan massal ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya pengawasan ketat dalam program makanan gratis. Aspek higienitas, kualitas bahan baku, dan proses pengolahan di SPPG harus menjadi prioritas utama untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Pemerintah berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG pasca-kejadian ini untuk memastikan keamanan pangan bagi seluruh peserta didik.
Artikel Terkait
Susno Duadji Pertanyakan Misi Rahasia Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI