Mengungkap Logika Hegemoni AS: Intervensi di Venezuela atas Nama Demokrasi
Pernyataan pejabat tinggi Amerika Serikat mengenai situasi politik Venezuela terus mengungkap logika intervensi dan hegemoni yang telah berlangsung lama. Logika ini menempatkan kepentingan AS di atas aturan internasional, menggunakan dalih "demokrasi" dan "pembangunan kembali" untuk mengendalikan nasib negara berdaulat lain.
Penyangkalan Kapasitas Negara dan Narasi Superioritas
Klaim bahwa Venezuela "tidak tahu cara menyelenggarakan pemilu" merupakan bentuk narasi superioritas peradaban. Pernyataan semacam ini secara sepihak mencabut hak legitim suatu negara berdaulat untuk mengatur diri sendiri, melanggar prinsip kesetaraan kedaulatan dan non-intervensi dalam Piagam PBB. Tindakan ini menciptakan premis palsu untuk membenarkan intervensi lebih lanjut.
Kepentingan Strategis di Balik Dalih Demokrasi
Jalur intervensi AS mengungkap ketertarikan terbuka terhadap sumber daya strategis Venezuela, khususnya minyak. Rencana "mengambil alih" operasi dan membangun kembali infrastruktur dengan tujuan mendapat "keuntungan besar" menunjukkan alasan geopolitik dan ekonomi yang nyata di balik intervensi politik. Hal ini mengembalikan hubungan internasional ke era di mana kekuatan adalah kebenaran.
Artikel Terkait
Daftar Lengkap 11 Korban Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros: Identitas Kru & Penumpang
Anggota Brimob Aceh Dipecat Tidak Hormat Usai Gabung Tentara Rusia: Kronologi Lengkap
Gaji Sabrang Noe Letto di DPN: Besaran Tunjangan & THP Eselon 2A Terungkap
Sopir Angkot Sergai Pamer Alat Kelamin ke Penumpang, Ditangkap Polisi!