Mantan Presiden tersebut menegaskan bahwa contoh negara yang terpecah belah akibat pertikaian bukanlah pilihan untuk Indonesia. Ia menyerukan agar seluruh komponen bangsa, terutama para pemimpin, menjaga kerukunan.
"Bukan contoh seperti itu yang ingin kita bangun dan tuju di negeri ini. Bukan itu pilihan yang mesti dipilih oleh bangsa kita," tegasnya.
Tanggung Jawab Para Pemimpin
SBY berharap pemerintah dan semua pemimpin di Indonesia memikul tanggung jawab moral untuk memastikan negara tetap rukun dan bersatu. Menjaga persatuan dalam keberagaman bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh.
"Harus dijaga, dirawat sampai kapan pun dan itu misi, kewajiban dan tanggung jawab para pemimpin di negeri ini, termasuk para pemimpin agama, tokoh masyarakat, serta mereka yang sedang memimpin negara," tutup SBY.
Pernyataan ini menegaskan kembali pentingnya persatuan nasional dan harmoni sosial sebagai pondasi fundamental bagi kekuatan dan kemajuan Indonesia di masa depan.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri