Penarikan Besar-besaran Susu Formula Nestle Terkait Potensi Kontaminasi Bakteri
Otoritas kesehatan Austria mengumumkan penarikan massal lebih dari 800 produk Nestle yang melibatkan 10 pabrik di seluruh dunia. Produk-produk ini, terutama susu formula bayi, ditarik dari peredaran di lebih dari 60 negara.
Kementerian Kesehatan Austria menyebut ini sebagai penarikan produk terbesar dalam sejarah perusahaan tersebut. Penarikan ini berfokus pada potensi adanya cereulide, yaitu racun tahan panas yang dihasilkan oleh strain bakteri Bacillus cereus.
Mengapa Susu Formula Nestle Ditarik?
Racun cereulide dilaporkan tidak dapat dinonaktifkan dengan proses memasak biasa, menggunakan air mendidih, atau saat menyiapkan susu formula. Menurut Badan Standar Makanan Inggris, konsumsi racun ini dapat menimbulkan gejala seperti mual, muntah, dan kram perut yang biasanya muncul dalam waktu lima jam setelah konsumsi.
Penarikan produk Nestle secara global dilaporkan telah dimulai sejak Desember 2025. Produk susu formula yang terdampak telah dijual di berbagai wilayah, termasuk Eropa, Turki, Argentina, Timur Tengah, dan Asia.
Daftar Lengkap Produk Nestle yang Ditarik per Negara
Produk yang ditarik bervariasi di setiap negara. Berikut adalah daftar berdasarkan informasi dari situs resmi Nestle di berbagai wilayah:
1. Wilayah Inggris dan Irlandia
Inggris:
Produk yang ditarik mencakup berbagai varian dan ukuran, seperti:
- SMA Advanced First Infant Milk 800g
- SMA Advanced Follow-on Milk 800g
- SMA First Infant Milk (ukuran 800g, 400g, 1.2Kg)
- SMA LITTLE STEPS First Infant Milk 800g
- SMA Comfort 800g
- SMA Lactose Free 400g
- SMA Anti Reflux 800g
- ALFAMINO 400g
- Produk siap minum dalam kemasan 200ml dan 70ml.
Konsumen diminta untuk memeriksa nomor batch spesifik yang tertera pada kemasan.
Artikel Terkait
Viral Kontainer iPhone di Laut Jawa: Hoax AI atau Fakta? Ini Analisis Ahli Logistik
Wajib Pajak Didenda Rp26,5 Juta Protes Standar Ganda Aturan Pajak, Ini Kronologinya
Demo Buruh 15 Januari 2026: Tuntutan UMP DKI Rp5,89 Juta & UU Ketenagakerjaan Baru
Sidang Ijazah Jokowi: Oegroseno Bongkar Kejanggalan Prosedur dan Perbedaan Dokumen di PN Solo