Mediasi yang dilakukan pihak sekolah pun gagal. Siswa menuntut permintaan maaf, sementara Agus menawarkan opsi lain. Ketegangan berlanjut hingga eskalasi kekerasan tidak terhindarkan.
Pengeroyokan Siswa hingga Aksi Acungkan Celurit
Agus mengisahkan, pengeroyokan terjadi saat ia berjalan menuju ruang guru. Sejumlah siswa tiba-tiba mengeroyoknya hingga menyebabkan luka memar. Usai jam pelajaran, kejadian berlanjut dengan pelemparan batu oleh siswa.
Dalam video lain yang beredar, Agus terlihat mengacungkan celurit. Ia mengakui tindakan itu, namun menegaskan tujuannya hanya untuk membubarkan massa siswa yang mengepungnya, bukan untuk melukai. "Kami ini SMK pertanian, alat seperti celurit memang tersedia di kantor. Saya lakukan itu agar mereka bubar," paparnya.
Tindakan Disdik Provinsi Jambi Menanggapi Insiden Viral
Pasca kejadian, Agus melaporkan insiden ini ke Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi. Plt. Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Muhammad Umar, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti.
"Tim dari bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bersama bidang SMK Disdik akan langsung turun ke SMKN 3 Tanjab Timur untuk melakukan pendalaman," ujar Umar. Ia menyesalkan insiden ini dan menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk belajar.
Disdik berencana memberikan pembinaan kepada baik oknum guru maupun siswa yang terlibat, serta berkoordinasi dengan BKD Provinsi Jambi untuk tindak lanjut lebih lanjut, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Artikel Terkait
Viral Kontainer iPhone di Laut Jawa: Hoax AI atau Fakta? Ini Analisis Ahli Logistik
Wajib Pajak Didenda Rp26,5 Juta Protes Standar Ganda Aturan Pajak, Ini Kronologinya
Demo Buruh 15 Januari 2026: Tuntutan UMP DKI Rp5,89 Juta & UU Ketenagakerjaan Baru
Sidang Ijazah Jokowi: Oegroseno Bongkar Kejanggalan Prosedur dan Perbedaan Dokumen di PN Solo