Ia mengambil senjata tajam yang tersedia di lingkungan sekolah karena merasa terancam oleh serangan pelemparan batu yang terus menerus.
Bantahan Isu Penghinaan Kondisi Ekonomi Orang Tua
Beredar isu bahwa pemicu kemarahan siswa adalah ucapan guru yang menghina ekonomi orang tua mereka. Agus Sunaryo membantah keras hal ini.
Ia mengakui ada perkataan mengenai kondisi ekonomi, namun menegaskan konteksnya adalah motivasi, bukan merendahkan. Pernyataan tersebut disalahpahami oleh siswa. Agus juga menyebut tamparannya adalah reaksi spontan akibat akumulasi perundungan verbal (bullying) yang sering ia alami di sekolah.
Investigasi Dinas Pendidikan dan Pemerintah Provinsi Jambi
Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, melalui Kepala Bidang SMK Harmonis, bersama kepolisian telah melakukan investigasi menyeluruh. Tim meminta keterangan dari guru dan siswa yang terlibat.
Harmonis menyatakan upaya memastikan proses belajar mengajar tidak terganggu lebih lama. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar fungsi sekolah sebagai tempat belajar tetap terjaga.
Gubernur Jambi, Al Haris, juga memberikan pernyataan. Menurutnya, jika guru terbukti bersalah akan diberikan sanksi. "Kalau memang perkataan dia tidak patut sebagai seorang guru maka akan ditindak," kata Al Haris.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri