Ia mengambil senjata tajam yang tersedia di lingkungan sekolah karena merasa terancam oleh serangan pelemparan batu yang terus menerus.
Bantahan Isu Penghinaan Kondisi Ekonomi Orang Tua
Beredar isu bahwa pemicu kemarahan siswa adalah ucapan guru yang menghina ekonomi orang tua mereka. Agus Sunaryo membantah keras hal ini.
Ia mengakui ada perkataan mengenai kondisi ekonomi, namun menegaskan konteksnya adalah motivasi, bukan merendahkan. Pernyataan tersebut disalahpahami oleh siswa. Agus juga menyebut tamparannya adalah reaksi spontan akibat akumulasi perundungan verbal (bullying) yang sering ia alami di sekolah.
Investigasi Dinas Pendidikan dan Pemerintah Provinsi Jambi
Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, melalui Kepala Bidang SMK Harmonis, bersama kepolisian telah melakukan investigasi menyeluruh. Tim meminta keterangan dari guru dan siswa yang terlibat.
Harmonis menyatakan upaya memastikan proses belajar mengajar tidak terganggu lebih lama. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar fungsi sekolah sebagai tempat belajar tetap terjaga.
Gubernur Jambi, Al Haris, juga memberikan pernyataan. Menurutnya, jika guru terbukti bersalah akan diberikan sanksi. "Kalau memang perkataan dia tidak patut sebagai seorang guru maka akan ditindak," kata Al Haris.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?