Ia mengambil senjata tajam yang tersedia di lingkungan sekolah karena merasa terancam oleh serangan pelemparan batu yang terus menerus.
Bantahan Isu Penghinaan Kondisi Ekonomi Orang Tua
Beredar isu bahwa pemicu kemarahan siswa adalah ucapan guru yang menghina ekonomi orang tua mereka. Agus Sunaryo membantah keras hal ini.
Ia mengakui ada perkataan mengenai kondisi ekonomi, namun menegaskan konteksnya adalah motivasi, bukan merendahkan. Pernyataan tersebut disalahpahami oleh siswa. Agus juga menyebut tamparannya adalah reaksi spontan akibat akumulasi perundungan verbal (bullying) yang sering ia alami di sekolah.
Investigasi Dinas Pendidikan dan Pemerintah Provinsi Jambi
Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, melalui Kepala Bidang SMK Harmonis, bersama kepolisian telah melakukan investigasi menyeluruh. Tim meminta keterangan dari guru dan siswa yang terlibat.
Harmonis menyatakan upaya memastikan proses belajar mengajar tidak terganggu lebih lama. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar fungsi sekolah sebagai tempat belajar tetap terjaga.
Gubernur Jambi, Al Haris, juga memberikan pernyataan. Menurutnya, jika guru terbukti bersalah akan diberikan sanksi. "Kalau memang perkataan dia tidak patut sebagai seorang guru maka akan ditindak," kata Al Haris.
Artikel Terkait
Aturan Baru Cukai Tembakau: Pemerintah Legalkan Rokok Ilegal untuk Tingkatkan Penerimaan Negara
Ammar Zoni Dijanjikan Rp 100 Ribu per Gram Jadi Gudang Narkoba di Rutan: Kronologi Sidang
10 Marketplace Terbaik Beli Blueprint Arc Raiders 2026: Ulasan & Rekomendasi
Roy Suryo Tolak Restorative Justice, Tegaskan Tak Akan Temui Jokowi Seperti Eggi Sudjana