Ia mengambil senjata tajam yang tersedia di lingkungan sekolah karena merasa terancam oleh serangan pelemparan batu yang terus menerus.
Bantahan Isu Penghinaan Kondisi Ekonomi Orang Tua
Beredar isu bahwa pemicu kemarahan siswa adalah ucapan guru yang menghina ekonomi orang tua mereka. Agus Sunaryo membantah keras hal ini.
Ia mengakui ada perkataan mengenai kondisi ekonomi, namun menegaskan konteksnya adalah motivasi, bukan merendahkan. Pernyataan tersebut disalahpahami oleh siswa. Agus juga menyebut tamparannya adalah reaksi spontan akibat akumulasi perundungan verbal (bullying) yang sering ia alami di sekolah.
Investigasi Dinas Pendidikan dan Pemerintah Provinsi Jambi
Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, melalui Kepala Bidang SMK Harmonis, bersama kepolisian telah melakukan investigasi menyeluruh. Tim meminta keterangan dari guru dan siswa yang terlibat.
Harmonis menyatakan upaya memastikan proses belajar mengajar tidak terganggu lebih lama. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar fungsi sekolah sebagai tempat belajar tetap terjaga.
Gubernur Jambi, Al Haris, juga memberikan pernyataan. Menurutnya, jika guru terbukti bersalah akan diberikan sanksi. "Kalau memang perkataan dia tidak patut sebagai seorang guru maka akan ditindak," kata Al Haris.
Artikel Terkait
Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli: Analisis Forensik Ungkap Watermark UGM
Viral Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta, Tato Sensitif & Bahaya Link Palsu
Penkopassus Bantah Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus: Klarifikasi Lengkap dan Kronologi Hoaks
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Penyebab & Respons Mereka