Seruan untuk Lebih Hati-hati
Meski ada sebagian kecil yang mencoba memandangnya sebagai pendapat pribadi yang subjektif, respons publik secara umum didominasi oleh kecaman. Banyak netizen menyerukan agar para tokoh agama dan publik figur lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pernyataan, terutama yang menyangkut isu sensitif seperti bencana, keyakinan, dan identitas kedaerahan.
Mereka menekankan pentingnya menyampaikan dukungan dan solidaritas kepada korban bencana, alih-alih menyebarkan narasi yang dapat menimbulkan perpecahan dan kesedihan baru.
Masih Jadi Perbincangan Hangat
Hingga saat ini, pernyataan Kiai Haji Ahmad Eko Nuryanto tersebut masih terus menjadi topik perbincangan yang hangat di media sosial. Debat publik ini menyoroti betapa powerful-nya pengaruh narasi yang dibangun oleh tokoh publik dan pentingnya literasi digital serta kebijaksanaan dalam menyikapi setiap informasi yang beredar.
Artikel Terkait
Gugatan Ressa ke Denada: Klaim Anak Kandung, Tuntut Rp7 M, dan Pintu Hanya Terbuka 15 Cm
Teuku Ryan Diduga Jadi Ayah Ressa? Kronologi Lengkap & Fakta Kasus Denada
Roy Suryo Pakai Louis Vuitton ke Polda, Kembali Tuntut Ijazah Jokowi Dibuka
ASN Dinas Pendidikan Indramayu Tersangka Korupsi Bantuan PKBM Rp 1,4 Miliar: Modus & Kerugian Dipulihkan