Pancasila sebagai Gotong Royong dan Kritik atas Implementasinya
Noe mengutip pandangan Proklamator Soekarno bahwa intisari Pancasila adalah gotong royong. Namun, ia mempersoalkan pemahaman yang sempit tentang nilai tersebut.
"Kita selalu diberi pelajaran gotong royong itu hanyalah pindah rumah bareng-bareng, kerja bakti di kampung. Dari 13 ribu aplikasi yang dibuat pemerintah Indonesia, apakah ada satu yang mengadaptasi semangat gotong royong ke dunia digital?" tegasnya.
Ia menambahkan, "Artinya ini orang pada ga paham sama Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara tidak diperhatikan, tidak diupdate bersama."
Pelantikan Noe Letto sebagai Tenaga Ahli DPN dan pernyataan kontroversialnya ini memicu diskusi publik mengenai peran figur non-militer dalam lembaga pertahanan serta wacana aktualisasi nilai-nilai Pancasila di era digital.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri