Pancasila sebagai Gotong Royong dan Kritik atas Implementasinya
Noe mengutip pandangan Proklamator Soekarno bahwa intisari Pancasila adalah gotong royong. Namun, ia mempersoalkan pemahaman yang sempit tentang nilai tersebut.
"Kita selalu diberi pelajaran gotong royong itu hanyalah pindah rumah bareng-bareng, kerja bakti di kampung. Dari 13 ribu aplikasi yang dibuat pemerintah Indonesia, apakah ada satu yang mengadaptasi semangat gotong royong ke dunia digital?" tegasnya.
Ia menambahkan, "Artinya ini orang pada ga paham sama Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara tidak diperhatikan, tidak diupdate bersama."
Pelantikan Noe Letto sebagai Tenaga Ahli DPN dan pernyataan kontroversialnya ini memicu diskusi publik mengenai peran figur non-militer dalam lembaga pertahanan serta wacana aktualisasi nilai-nilai Pancasila di era digital.
Artikel Terkait
Panic Buying BBM di Sumatera: Antrean Panjang SPBU Imbas Isu Kenaikan Harga
Vidi Aldiano Meninggal Dunia: Penyebab, Perjalanan Karier, dan Perjuangan Melawan Kanker Ginjal
Skandal Chat Mesra Aditya Triantoro, Founder Nussa Rara, dengan Wanita D Terbongkar
Vidi Aldiano Meninggal Dunia: Penyebab, Unggahan Terakhir & Ucapan Duka Artis