Pancasila sebagai Gotong Royong dan Kritik atas Implementasinya
Noe mengutip pandangan Proklamator Soekarno bahwa intisari Pancasila adalah gotong royong. Namun, ia mempersoalkan pemahaman yang sempit tentang nilai tersebut.
"Kita selalu diberi pelajaran gotong royong itu hanyalah pindah rumah bareng-bareng, kerja bakti di kampung. Dari 13 ribu aplikasi yang dibuat pemerintah Indonesia, apakah ada satu yang mengadaptasi semangat gotong royong ke dunia digital?" tegasnya.
Ia menambahkan, "Artinya ini orang pada ga paham sama Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara tidak diperhatikan, tidak diupdate bersama."
Pelantikan Noe Letto sebagai Tenaga Ahli DPN dan pernyataan kontroversialnya ini memicu diskusi publik mengenai peran figur non-militer dalam lembaga pertahanan serta wacana aktualisasi nilai-nilai Pancasila di era digital.
Artikel Terkait
Dokter Tifa Klaim 2 Bentuk Diskriminasi Polda Metro Jaya dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Rakabuming Raka Dikritik Netizen: Gunakan Tangan Saat Cetak Gol di Wamena, Ini Videonya
Bangkai Pesawat ATR 42 Ditemukan Hancur di Gunung Bulusaraung: Update Evakuasi 10 Korban
Analisis SP3 Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis: Bukti Intervensi Politik dalam Hukum?