Partai Gerakan Rakyat berevolusi dari organisasi masyarakat (ormas) yang telah bergerak sejak 2023. Momentum pentingnya adalah Rakernas I yang digelar pada 17-18 Januari 2026. Kehadiran Anies Baswedan sebagai anggota kehormatan dan pemberi orasi kebangsaan menjadi sorotan utama, menguatkan proyeksi partai ini sebagai kendaraan politik bagi Anies Baswedan.
Analisis Konstelasi Politik Menuju 2029
Kelahiran dua partai baru ini terjadi dalam konteks yang unik. Data menunjukkan, dari 76 partai yang terdaftar per September 2024, hanya 18 yang ikut serta dalam Pemilu 2024, dan hanya 8 yang berhasil melampaui ambang batas parlemen.
Partai Gema Bangsa dan Partai Gerakan Rakyat hadir dengan strategi berbeda. Gema Bangsa fokus pada pembangunan narasi kebangkitan nasional, sementara Gerakan Rakyat memiliki target elektoral yang lebih personal dengan mengusung figur Anies Baswedan.
Pertanyaan untuk Demokrasi Indonesia
Dengan total 78 partai politik, muncul pertanyaan mendasar tentang efektivitas dan konsolidasi sistem kepartaian di Indonesia. Apakah penambahan partai baru merupakan jawaban atas kegelisahan rakyat atau sekadar menambah kerumitan dalam peta persaingan politik nasional menuju Pemilu 2029?
Perjalanan Partai Gema Bangsa dan Partai Gerakan Rakyat akan menjadi bahan kajian menarik untuk mengukur suhu demokrasi Indonesia, yang terus dinamis di antara banyaknya pilihan dan suara.
Rosadi Jamani adalah Ketua Satupena Kalimantan Barat.
Artikel Terkait
Desak PBNU Pecat Kader Tersangka Korupsi, Kiai: Membiarkan Itu Haram!
Rian DMasiv Dituding Child Grooming: Pengakuan Korban & Bukti Percakapan Viral
SBY Usul Sidang Darurat PBB Cegah Perang Dunia III, Khawatir Situasi Global Mirip 1914 & 1939
Saylviee Viral: Fakta, Kronologi, dan Link Video Cosplay TikTok yang Trending