“Pesawat jatuh tanggal 17, tanggal 18 dilakukan pencarian dan HP Farhan ditemukan di hutan. HP itu terhubung dengan smartwatch-nya,” ujar Dian.
Dari koneksi tersebut, terpantau pergerakan langkah kaki yang terus bertambah hingga tengah malam. Diduga, Farhan bergerak sejauh sekitar 4.000 langkah dalam rentang waktu sekitar empat jam pada hari Minggu tersebut.
“Langkah kakinya itu dari pagi sampai malam terus bertambah,” kata Dian. Atas temuan ini, keluarga berharap besar Farhan masih hidup dan memohon penambahan intensitas pencarian. “Ini hari ketiga di hutan. Kami mohon bantuan agar tim SAR dan helikopter ditambah,” pintanya.
Kondisi Keluarga dan Harapan Ibunda
Sementara data smartwatch memberi secercah harapan, kondisi keluarga korban sangat berduka. Ibunda Farhan dilaporkan mengalami syok dan dilarikan ke Rumah Sakit Dody Sardjoto di kompleks Lanud Hasanuddin, Makassar.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, turut menjenguk untuk memberikan penguatan. Kepada bupati, ibunda Farhan memohon bantuan.
"Pak Haji anak ku. Bantu ka pak haji cari anak ku. Masih muda anak ku pak haji," kata ibunda Farhan, seperti dilansir Tribun Timur.
Irwan Bachri Syam menegaskan bahwa tim SAR telah bekerja maksimal. “Turun semua tim untuk mencari. Mudah-mudahan bisa di dapat. Sabar ki,” ujar Bupati.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Artikel Terkait
Gaji Guru Honorer vs Sopir MBG: Viral Video Protes Kesenjangan Gaji 2026
Prabowo Cabut Izin PT Toba Pulp Lestari: Daftar 28 Perusahaan & Penyebab Lengkap
Pesawat ATR Jatuh di Maros: Basarnas Yakin Tak Ada Korban Selamat, Tetap Harap Mukjizat
Eggi Sudjana Bantah Ajukan Restorative Justice ke Jokowi: Fakta SP3 & Analisis Lengkap