Komentar dari Sugi Nur Raharja atau Gus Nur sepertinya tepat. Ia menduga pertemuan di rumah Jokowi memang ingin dirahasiakan, namun pihak Jokowi justru mendapat keuntungan strategis dengan membocorkannya. Alasan Eggi mendatangi Jokowi pun menjadi simpang siur, bahkan menggunakan analogi pertemuan Nabi Musa dengan Fir'aun, yang menuai berbagai reaksi dari publik.
Manuver Eggi berlanjut dengan memecat hampir semua pengurus Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), seperti Rizal Fadillah, Azam Khan, dan Tri Kurnia. Namun, tindakan ini justru memunculkan kontroversi, mengingat posisi Habib Rizieq Shihab sebagai salah satu pendiri dan penasihat. Dinamika ini memperlihatkan pergolakan internal di tubuh TPUA.
Setelah SP3 terbit, Eggi seolah mengambil jarak. Ia bahkan memberikan pesan khusus kepada Roy Suryo untuk melanjutkan perjuangan sebelum berangkat ke luar negeri. Narasi yang dibangunnya pun berubah, dan ia enggan mengakui bahwa dirinya meminta maaf atau mengakui keaslian ijazah Jokowi seperti yang disampaikan para relawan.
Pertanyaan besar muncul: apakah SP3 yang telah diterbitkan dapat ditarik kembali? Eggi Sudjana, yang bukanlah pengacara pemula, dipahami menguasai celah-celah hukum. Setelah serangkaian peristiwa ini, status siapa yang unggul dalam perseteruan ini masih menjadi tanda tanya.
(Direktur ABC Riset & Consulting)
Artikel Terkait
Gaji Guru Honorer vs Sopir MBG: Viral Video Protes Kesenjangan Gaji 2026
Prabowo Cabut Izin PT Toba Pulp Lestari: Daftar 28 Perusahaan & Penyebab Lengkap
Pesawat ATR Jatuh di Maros: Basarnas Yakin Tak Ada Korban Selamat, Tetap Harap Mukjizat
Smartwatch Kopilot Farhan Gunawan Masih Aktif, Catat 4000 Langkah Pasca Kecelakaan ATR 42-500