Pesan Terakhir Pramugari Esther kepada Keluarga
Keluarga Esther Aprilita masih menunggu kabar dengan harap di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Ayah Esther, Adi Saputra, mengenang pesan terakhir putri sulungnya pada Jumat malam (16 Januari 2026), beberapa jam sebelum insiden.
Dalam pesan tersebut, Esther secara tiba-tiba meminta maaf kepada ayahnya. "Terakhir komunikasi itu malam Sabtu. Dia minta maaf kalau ada salah. Biasanya nggak begitu," ungkap Adi. Keluarga menggambarkan Esther sebagai sosok yang baik, perhatian, dan telah berprofesi sebagai pramugari selama hampir tujuh tahun.
Keluarga Tetap Berharap Mukjizat
Meski barang-barang pribadi Esther telah ditemukan, keluarga tetap berdoa dan menantikan mukjizat. "Saya berharap mukjizat Tuhan masih ada. Selama kami belum melihat Esther, mukjizat itu pasti masih ada," tegas Adi Saputra.
Barang-barang yang ditemukan telah dibawa ke posko utama untuk pendataan dan penyelidikan. Sementara itu, tim gabungan terus berupaya menembus medan berat Gunung Bulusaraung untuk mengevakuasi seluruh korban.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri