Menkeu Purbaya Geram, Perusahaan Baja China Kelabui Pajak Puluhan Tahun: "Kita Dianggap Bangsa Tempe!"
Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Ia menilai pemerintah Indonesia telah diremehkan oleh perusahaan baja asal China yang diduga bertahun-tahun mengemplang pajak di Tanah Air.
“Karena sudah terbukti sudah puluhan tahun dan kita dihina dan disepelekan seperti itu. Gimana perusahaan asing bisa beroperasi seperti itu? Dan menganggap bangsa kita bangsa tempe. Tahu bagus juga enak. Bangsa oncom juga enak. Bangsa apa? Bangsa yang bisa dikendalikan dengan uang gitu saja, enak saja tuh,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Dari sekitar 40 perusahaan asal China yang diduga tidak patuh pajak, pemerintah saat ini memfokuskan perhatian pada dua perusahaan besar. Namun, Purbaya belum bersedia mengungkap identitas keduanya. Ia menegaskan, perusahaan-perusahaan tersebut telah lama beroperasi dan diam-diam menguasai pasar dalam negeri.
“Mereka menguasai ini loh, di sini loh diam-diam loh. Perusahaan-perusahaan China yang ilegal diam-diam bermain di sini dan menguasai pasar domestik. Sehingga perusahaan domestik, baja yang bayar pajak sesuai aturan, terancam. Bahkan banyak yang tutup. Masa itu mau kita biarkan? Jadi ini ancaman serius ya,” tuturnya.
Artikel Terkait
JK Sarankan Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli ke Publik untuk Hentikan Polemik
Ramalan Tirta Siregar Soal Kecelakaan Kereta Api 2026 Terbukti? Ini Fakta di Balik Viral Ular Besi
Jasa Raharja Pastikan Santunan Rp90 Juta untuk Korban Meninggal Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur
Kisah Pilu Ristuti Kustirahayu: Korban Tewas Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur