Sistem Honey Trap dan Pemerasan (Blackmail) Sistematis
Bagian paling mengerikan, menurut Raymond, adalah dugaan kuat soal operasi honey trap dan pemerasan. FBI disebut menemukan sistem kamera tersembunyi di properti Epstein, termasuk di Pulau Little St. James, yang digunakan untuk mengumpulkan kompromat atau bukti kompromi terhadap para elite. Rekaman inilah yang diduga menjadi "kartu as" Epstein untuk menyandera dan mengendalikan orang-orang berkuasa.
Keterkaitan dan Nama Indonesia dalam Dokumen Epstein
Raymond Chin juga menyinggung ramainya pembahasan mengenai kemunculan nama-nama elite Indonesia dalam dokumen terkait Epstein. Ia mengingatkan publik untuk tidak menarik kesimpulan prematur, namun mengakui keunikan adanya keterkaitan tidak langsung yang patut dicermati.
Kematian Epstein Bukan Akhir Jaringan
Raymond berpendapat bahwa kematian Epstein di sel tahanan pada 2019 bukanlah akhir dari jaringan kejahatan ini. Epstein hanyalah gejala dari penyakit sistemik yang lebih besar, di mana uang dan kekuasaan dapat membengkokkan hukum. Ia mempertanyakan apakah jaringan serupa masih beroperasi di berbagai belahan dunia, termasuk kemungkinannya di Indonesia.
Jeffrey Epstein tetap menjadi simbol sisi tergelap kekuasaan global, sebuah kasus yang membongkar bagaimana eksploitasi dan pemerasan dapat diinstitusionalisasi untuk mengontrol para pemimpin dunia.
Artikel Terkait
Viral Aksi Polisi Tendang Ban Terbakar Saat Demo, 5 Mahasiswa Luka Bakar di Muna Barat
Saina Tazkiya Zulala Azizi Hilang di Depok: Ciri-Ciri, Lokasi Terakhir & Nomor Kontak
Tanah Bergerak Tegal: 464 Rumah Rusak & 2.426 Jiwa Mengungsi | Update 2026
Gedung 40 Lantai di Bundaran HI: Prabowo Siapkan Kantor Megah untuk MUI dan Baznas