Said Didu Bocorkan 50 Nama Oligarki yang Dibahas Langsung dengan Presiden Prabowo

- Jumat, 13 Februari 2026 | 08:25 WIB
Said Didu Bocorkan 50 Nama Oligarki yang Dibahas Langsung dengan Presiden Prabowo

Bahkan, Prabowo disebut telah menyebut satu nama calon yang dinilai layak dan diyakini akan mendapat dukungan publik. Said Didu menegaskan diskusi mengenai reformasi Polri berlangsung sangat mendalam.

Deklarasi Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR)

Usai pertemuan, Said Didu langsung merencanakan deklarasi Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR). Gerakan ini akan dideklarasikan di Gedung Joeang, Jakarta, pada Selasa (10/2/2026).

"Mari bersatu mengembalikan kedaulatan yg sudah dirampok oleh Oligarki bersama politisi busuk, oknum pejabat, oknum aparat, oknum penegak hukum," tulis Said Didu di akun X-nya. Gerakan ini bertujuan merebut kedaulatan di bidang politik, ekonomi, hukum, sumber daya alam, dan wilayah.

Didu menegaskan gerakannya bukan oposisi terhadap Presiden, melainkan terhadap kekuatan di sekitar kekuasaan yang menghalangi agenda reformasi. "Target kita jelas: oligarki. Dengan agenda ini, yang pertama tersentuh pasti geng SOP, Solo Oligarki Parcok," ujarnya.

Dukungan Tokoh Nasional dan Agenda Bersama

Pertemuan dengan Presiden Prabowo juga dihadiri sederet tokoh seperti peneliti BRIN Siti Zuhro, eks Ketua KPK Abraham Samad, dan mantan Kabareskrim Susno Duadji. Diskusi mencakup isu sensitif mulai dari pemberantasan korupsi, reformasi Polri, hingga misi perdamaian di Gaza.

Said Didu menyoroti pola oligarki yang merusak tatanan negara, dari pengaruh legislasi, penguasaan konsesi tambang, hingga dominasi di perbankan. "Sepuluh orang terkaya, kekayaannya naik tiga kali lipat, tapi kemiskinan juga naik tiga kali lipat. Ini perampokan," cetusnya.

Dengan pertemuan ini, terlihat peta politik baru: kolaborasi antara komitmen kekuasaan dari dalam dan tekanan moral dari luar untuk menumbangkan dominasi elit kecil yang merugikan kepentingan nasional.


Halaman:

Komentar