Modus Penawaran Abate dan Kekhawatiran Penghuni
Berdasarkan keterangan penghuni, rombongan yang sama sudah dua kali datang. Pada kedatangan pertama, mereka mengaku melakukan penyuluhan kesehatan dan menawarkan bubuk abate. Namun, Julina menegaskan bahwa mereka bukan petugas resmi pemerintah.
Aksi mengetuk pintu secara berulang dan agresif inilah yang membuat para penghuni kos merasa ketakutan dan memilih mengunci diri di dalam kamar. Kelompok serupa juga dilaporkan mendatangi beberapa rumah lain di sekitar lokasi.
Klaim Kehilangan Barang dan Ancaman: Benar atau Tidak?
Terkait kabar adanya kehilangan barang seperti laptop dan handphone serta ancaman senjata tajam, Julina menyatakan bahwa belum ditemukan bukti yang menguatkan. Pemeriksaan langsung ke penghuni kos yang bersangkutan tidak mengonfirmasi klaim tersebut.
"Saya tanya soal kehilangan, kata mereka tidak ada. Untuk pengancaman juga tidak ada. Cuma anak-anak kos itu pada takut karena mereka mengetuk-ngetuk pintu dengan cara yang mencurigakan," pungkas Julina.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga, terutama penghuni kos, untuk selalu waspada terhadap kedatangan orang tidak dikenal dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib setempat.
Artikel Terkait
Anggota DPRD Jember Resmi Dijatuhi Sanksi Teguran Keras Gerindra Usai Viral Merokok dan Main Gim Saat Rapat
Ayu Aulia Minta Maaf dan Cabut Pengakuan Hamil Ridwan Kamil Serta Bupati Bintan, Sebut Halusinasi Akibat Efek Obat
Harta Kekayaan Gibran Rakabuming Raka Tembus Rp27,9 Miliar, Naik Hampir Rp400 Juta dalam Setahun
Perempuan Autis di Semarang Hamil 5 Bulan Usai Diduga Diperkosa Oknum LSM