Rupiah Anjlok ke Rp 17.604, Utang RI Tembus Rp 9.920 Triliun: Pemerintah Klaim Masih Aman

- Jumat, 15 Mei 2026 | 02:50 WIB
Rupiah Anjlok ke Rp 17.604, Utang RI Tembus Rp 9.920 Triliun: Pemerintah Klaim Masih Aman

MULTAQOMEDIA.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.496 pada Rabu, 13 Mei 2026. Posisi rupiah itu menguat 18 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.514 pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026.

Sementara itu, perdagangan di pasar spot pada Jumat 15 Mei 2026 hingga pukul 09.00 WIB mencatat rupiah ditransaksikan di Rp 17.604 per dolar AS. Posisi ini melemah 75 poin atau 0,43 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.529 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa pemerintah melalui Menteri Keuangan mengaku posisi utang pemerintah yang hampir menyentuh angka Rp 10.000 triliun atau tepatnya Rp 9.920,42 triliun sampai akhir Maret 2026 masih aman. Jumlah utang pemerintah tersebut naik sebesar Rp 282,52 triliun dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp 9.637,90 triliun.

Dilihat dari rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), jumlah itu masih di posisi 40,75 persen atau di bawah batas aman Undang-Undang Keuangan Negara yang sebesar 60 persen PDB. Rasio utang Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara lain, karena pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur. Sebagai perbandingan, utang Singapura berada di level 180 persen terhadap PDB, sementara Malaysia lebih dari 60 persen dari PDB.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah mencapai Rp 9.920,42 triliun per 31 Maret 2026. Angka ini naik 2,9 persen dari level Rp 9.637,99 triliun pada Desember 2025.


Halaman:

Komentar