Waspada, Bulan Ini Rupiah Bisa Jebol ke Rp18 Ribu!
Nilai tukar Rupiah diprediksi akan menembus level kritis Rp18.000 per Dolar AS sebelum akhir Mei 2026. Prediksi ini menjadi peringatan keras bagi pelaku pasar dan masyarakat Indonesia yang harus bersiap menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat.
Penyebab Rupiah Terus Melemah
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa pelemahan Rupiah saat ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Mulai dari eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah hingga lonjakan permintaan Dolar di dalam negeri menjadi pemicu utama.
"Rupiah di bulan Mei kemungkinan besar masih akan terus mengalami kelemahan. Level Rp17.550 dalam minggu ini kemungkinan besar akan tercapai. Ada kemungkinan besar Rupiah juga kembali melemah di level Rp18.000," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 14 Mei 2026.
Konflik Timur Tengah dan Dampaknya ke Rupiah
Ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz, menjadi faktor utama yang membebani mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah. Memudarnya peluang gencatan senjata antara Iran dan AS membuat blokade di jalur perdagangan energi dunia terus berlangsung.
"Sehingga transportasi LPG, gas alam maupun minyak mentah ini terhambat total, 20 persen terhambat total dan ini akan berdampak terhadap penguatan indeks Dolar dan menguatnya harga minyak mentah dunia," katanya.
Artikel Terkait
Pajak Rumah Sewa 2027: Pemerintah Incar Pemilik Rumah Kedua dan Juragan Kontrakan
Pemerintah Lunasi Utang Kopdes Merah Putih Rp240 Triliun Pakai APBN, Dicicil 6 Tahun
Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Turun per 1 Agustus 2026: Daftar Lengkap Pertamax, Turbo, dan Dexlite di Seluruh Wilayah Indonesia
PDIP Kritik APBN 2025: Utang Rp9.658 Triliun dan Defisit Membengkak Rp54 Triliun