Di sisi lain, Polri menyatakan masih mendalami kasus yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) tersebut. Langkah penyelidikan, termasuk pemeriksaan saksi dan pengumpulan rekaman CCTV, terus dilakukan.
Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir, menyebut penyidik tengah mengumpulkan berbagai bukti digital untuk mengidentifikasi pelaku.
“Pengumpulan berbagai alat bukti digital, termasuk CCTV, sedang dalam proses analisa lebih lanjut. Harapannya dapat teridentifikasi segera,” kata Johnny di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Menurut Johnny, rekaman CCTV yang diperoleh kini dalam tahap analisis tim penyidik. Polisi juga sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.
“Sejauh ini, para saksi masih dalam proses pendalaman. Terdata ada dua. Mungkin nanti akan berkembang, karena ini masih awal,” tutur Johnny.
Komitmen Polri untuk Transparansi
Polri berkomitmen mengusut tuntas kasus ini sesuai arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. “Kami yakin dan percaya ini akan terungkap,” ujarnya.
Johnny menegaskan penyelidikan akan dilakukan secara transparan dan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat.
“Akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia. Tentunya nanti kita akan tetap ada dalam koridor prosedur hukum,” ucap dia.
Artikel Terkait
PAN Nonaktifkan Bupati Langkat Syah Afandin Usai Kena OTT KPK
Brigjen Lalu Muhammad Iwan Resmi Tersangka ke-7 Korupsi MBG: Profil Lengkap dan Peran dalam Kasus Pengadaan Food Tray
Polisi Aktif Aniaya, Cekoki Narkoba, dan Siram Air Keras ke Wanita 30 Tahun
Karya Jurnalistik Jadi Barang Bukti Pidana, IJTI dan Pakar Hukum Sebut Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers