Dana George Soros Rp28 Miliar untuk Indonesia: Fakta, Program, dan Kontroversi Intervensi Asing

- Rabu, 18 Maret 2026 | 03:50 WIB
Dana George Soros Rp28 Miliar untuk Indonesia: Fakta, Program, dan Kontroversi Intervensi Asing

Dana George Soros Rp28 Triliun Disalurkan ke Indonesia, Targetkan Penguatan Demokrasi

Jaringan filantropi global milik miliarder George Soros, Open Society Foundations (OSF), diketahui menyuntikkan dana besar ke gerakan masyarakat sipil Indonesia melalui Yayasan Kurawal di Jakarta. Dokumen internal yang bocor mengalokasikan US$1,8 juta (sekitar Rp28 miliar) untuk periode 2026-2028 dengan fokus pada program "penguatan demokrasi".

Rincian dan Sumber Pendanaan

Sebanyak 80% dana atau setara US$1,44 juta berasal langsung dari OSF. Sisanya, 20%, disumbang oleh Taiwan Foundation for Democracy, sebuah lembaga yang berbasis di Taipei dan didanai pemerintah Taiwan untuk program demokrasi internasional.

Alokasi Dana dan Program Strategis

Dana sebesar US$1,8 juta tersebut dialokasikan untuk empat area utama:


  • US$500 ribu untuk mobilisasi akar rumput.

  • US$500 ribu untuk pengembangan kepemimpinan pemuda.

  • US$500 ribu untuk pemantauan pengambilan keputusan publik.

  • US$300 ribu untuk menjalin hubungan dengan aktivis, akademisi, dan tokoh agama.

Rencana strategis Yayasan Kurawal 2024-2029 berjudul "Building Bridges, Filling Gaps: Consolidating Civil Society for Dignified and Benevolent Democracy" menyoroti kondisi politik Indonesia. Era pemerintahan Jokowi (2014-2024) digambarkan sebagai "dekade pembongkaran demokrasi", sementara masa kepemimpinan Prabowo Subianto disebut dengan istilah "King of Ashes: Bracing for Prabowo Years".


Halaman:

Komentar