Selain itu, pengelola di tingkat lapangan juga disebut mendapatkan porsi manfaat yang sangat signifikan.
"44,0% itu pengelola atau mitra dapur SPPG," imbuhnya.
Program Disambut Baik, Namun Tata Kelola Bermasalah
Mahfud MD mengakui bahwa program MBG disambut dengan gembira oleh masyarakat kecil, terutama di daerah.
"Program MBG ini untuk rakyat kecil itu disambut gembira, mereka sangat senang," katanya.
Namun, di balik sambutan positif itu, terdapat persoalan serius dalam tata kelola yang tidak bisa diabaikan.
"Tapi banyaklah yang aneh-aneh, pemborosan yang luar biasa," tegas Mahfud MD.
Pentingnya Evaluasi Menyeluruh
Dengan temuan ketimpangan yang sangat tajam ini, evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis dinilai sangat mendesak. Tujuannya agar program yang digadang-gadang pro rakyat ini dapat dikembalikan pada jalurnya, yaitu benar-benar tepat sasaran dan mensejahterakan kelompok yang paling membutuhkan, terutama anak-anak.
Artikel Terkait
Fakta atau Hoaks? Klaim Gus Miftah Soal Prabowo & Selat Hormuz Dibantah DJ Donny
Supriadi, Napi Korupsi Rp233 Miliar Keluyuran ke Coffee Shop: Kronologi & Sanksi Isolasi
Bayar PKB & Perpanjang STNK 2026 Tanpa KTP Pemilik Lama: Syarat & Ketentuan
Proposal Blanket Overflight AS: Ancaman Kedaulatan Udara Indonesia? Analisis Hukum & Respons Kemhan