Demo Kaltim 2026: Bara Masih Menyala Meski Samarinda Kondusif
Oleh: Rosadi Jamani
Samarinda terlihat relatif kondusif pasca ribuan mahasiswa mengepung Kantor Gubernur dan DPRD Kaltim. Namun, di balik ketenangan itu, bara konflik politik masih menyala. Publik menunggu jawaban konkret atas tuntutan yang disampaikan.
Respons Gubernur Kaltim Lewat Video: Kata Bijak Tanpa Solusi
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, akhirnya muncul lewat video di media sosial pada 22 April 2026. Sayangnya, pidato tersebut dinilai tidak menyentuh inti persoalan. Tidak ada permintaan maaf, penjelasan soal renovasi rumah jabatan Rp25 miliar, klarifikasi mobil dinas Rp8,5 miliar, maupun jawaban atas dugaan KKN dan nepotisme. Rakyat mendapat kata-kata bijak, bukan solusi yang ditunggu.
Ketua DPRD Kaltim Masih Misterius, Pengawasan Dipertanyakan
Sementara itu, Hasanuddin Mas'ud, Ketua DPRD Kaltim yang juga adik kandung Gubernur, masih belum terlihat. Keabsensian ini memicu pertanyaan publik tentang independensi lembaga pengawasan. Bagaimana DPRD dapat mengawasi dengan tegas jika yang diawasi adalah saudara sendiri? Hal ini menyentuh jantung persoalan yang memicu demo.
Mahasiswa Kaltim Konsolidasi, Gerakan Makin Terstruktur
Pasca aksi, mahasiswa tidak tinggal diam. Sedikitnya 35 organisasi mahasiswa dari berbagai kampus seperti Unmul, Untag Samarinda, dan Polnes, melakukan konsolidasi. Mereka membentuk Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim yang melibatkan massa dari Balikpapan, Kutim, dan Kukar. Gerakan ini telah berubah dari aksi spontan menjadi gerakan terstruktur dengan pemetaan massa, logistik, dan narasi yang diperkuat.
Artikel Terkait
Kepala BGN Klarifikasi Kebutuhan 19.000 Ekor Sapi di Program Makan Bergizi Gratis: Hanya Simulasi
Rocky Gerung Sebut Wacana Pajak Kapal di Selat Malaka Berisiko Picu Kemarahan China dan Tekanan Global
Anne Hathaway Terima Al Quran dari Fans, Ini Penyebab Ucapan Insya Allah yang Viral
Integritas Bukan Warisan: Analisis Kasus Korupsi Nadiem Makarim & Yaqut Cholil Qoumas