Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, secara tegas membantah adanya praktik mark up dalam pengadaan sepatu untuk puluhan ribu siswa Sekolah Rakyat. Pernyataan ini dikeluarkan untuk merespons isu viral di media sosial yang membandingkan harga sepatu bantuan.
Gus Ipul menjelaskan bahwa anggaran pengadaan sepatu sebesar Rp27,5 miliar dialokasikan untuk lebih dari 39 ribu siswa. Ia memastikan seluruh proses pengadaan telah berjalan sesuai aturan dan mempertimbangkan aspek kualitas barang.
Menurut Gus Ipul, harga sepatu Rp700 ribu per pasang yang diadakan Kementerian Sosial tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan sepatu bantuan lainnya. Ia mencontohkan bantuan sepatu dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang dibagikan kepada siswa di Malang dengan harga sekitar Rp170 ribu per pasang.
"Tidak bisa disamakan. Dari sisi kualitas, bahan, dan fungsi tentu berbeda," ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026). Ia menegaskan bahwa sepatu dari Kemensos dirancang untuk kebutuhan yang lebih lengkap dan memiliki daya tahan lebih lama.
Artikel Terkait
Roy Suryo Ajukan Penangguhan Penahanan, 50 Tokoh Nasional Siap Jadi Penjamin
Din Syamsuddin: Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan, Siap Jadi Penjamin
Guru Besar Kritik Polda Metro Jaya: Penanganan Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa Tidak Profesional
Putusan PTUN Batalkan Sanksi Etik UI: Jimly Asshiddiqie Sebut Hakim Tak Paham Batas Hukum dan Otonomi Akademik