MULTAQOMEDIA.COM - Kepala Angkatan Udara Israel yang baru, Mayor Jenderal Omer Tischler, menyatakan bahwa negara tersebut siap mengerahkan seluruh armada jet tempur untuk melawan Iran jika diperlukan.
Pernyataan ini muncul beberapa minggu setelah gencatan senjata yang rapuh di Timur Tengah, yang dimulai ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari 2026.
Lahir pada tahun 1975 di Israel utara, Mayor Jenderal Omer Tischler adalah seorang penerbang karier yang naik pangkat sebagai pilot tempur dan komandan.
"Kami memantau dengan cermat perkembangan di Iran dan siap mengerahkan seluruh angkatan udara ke arah timur jika diperlukan," kata Tischler dalam upacara serah terima jabatan dari pendahulunya, Mayor Jenderal Tomer Bar, pada Selasa (5/5/2026).
"Angkatan udara akan terus bertindak dengan tekad, kekuatan, dan tanggung jawab terhadap ancaman di setiap arena, di setiap tahap, dan terhadap setiap musuh," jelasnya.
Dalam upacara yang sama, Kepala Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengatakan negara itu tetap "siaga tinggi di semua lini."
Ia menegaskan militer "siap untuk menanggapi dengan kekuatan terhadap setiap upaya yang membahayakan Israel."
Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, angkatan udara Israel telah melakukan kampanye udara ekstensif di berbagai front, termasuk Gaza, Lebanon, dan Iran.
Kemungkinan Perang dengan Iran Dimulai Lagi
Tentara Israel mengumumkan siaga tinggi untuk kemungkinan dimulainya kembali perang dengan Iran, seiring meningkatnya eskalasi antara Teheran dan Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Stasiun televisi publik KAN melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan "serangkaian konsultasi keamanan" sepanjang hari Senin (4/5/2026) untuk membahas situasi di Teluk.
Ketegangan regional meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang memicu pembalasan Teheran terhadap Israel dan sekutu AS di Teluk, serta penutupan Selat Hormuz.
"Kami memantau situasi dan berada dalam keadaan siaga tinggi di tengah eskalasi di Teluk," kata militer Israel dalam pernyataan resmi, Senin.
"Kami tegaskan bahwa tidak ada perubahan dalam instruksi Komando Pertahanan Dalam Negeri," jelasnya.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump.
Artikel Terkait
Dua Kapal Kargo AS Terdampar di Selat Hormuz, Iran Bantah Klaim Centcom Berhasil Bebaskan Kapal
Penembakan di National Mall Picu Lockdown Gedung Putih, Konvoi Wapres JD Vance Jadi Sorotan
Konflik Iran vs AS Memanas: Militer AS Ledakkan 6 Kapal Iran di Selat Hormuz
Rudal Bawah Laut Iran Hoot 200 Kg: Torpedo Super Cepat yang Bikin Musuh Gemetar