Sejak 13 April, Amerika Serikat memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.
UEA Diserang Iran
Uni Emirat Arab (UEA), sekutu utama AS, menuduh Iran menyerang negara itu dengan rudal dan drone, yang membakar kilang minyak di emirat Fujairah dan melukai tiga warga India.
Serangan pada Senin (4/5/2026) merupakan serangan pertama terhadap UEA sejak gencatan senjata antara Iran dan AS pada 8 April 2026.
Insiden ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan upaya baru untuk mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz, yang sebagian besar ditutup sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari 2026.
Komando militer terpadu Iran memperingatkan kapal dagang agar tidak menerima tawaran AS dan menyatakan bahwa pasukan Amerika "akan diserang jika mereka mendekati Selat Hormuz."
Kementerian Pertahanan UEA melaporkan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone yang diluncurkan dari Iran.
Kementerian Luar Negeri UEA mengutuk keras "serangan Iran yang tidak beralasan, yang menargetkan lokasi dan fasilitas sipil."
Pihaknya menegaskan tidak akan mentolerir ancaman terhadap keamanan dan kedaulatan UEA, serta memperingatkan "hak penuh untuk menanggapi" serangan tersebut.
Sementara itu, Iran membantah tuduhan UEA.
Stasiun televisi pemerintah IRIB mengutip sumber militer yang mengatakan Iran "tidak memiliki program untuk menyerang fasilitas minyak tersebut."
Sumber tersebut mengaitkan insiden itu dengan "petualangan militer AS yang bertujuan menciptakan jalur transit ilegal di Selat Hormuz."
Sumber itu menambahkan bahwa "militer AS harus bertanggung jawab atas hal ini."
Kantor berita Tasnim mengutip sumber anonim yang memperingatkan bahwa jika "UEA mengambil tindakan tidak bijaksana, semua kepentingannya akan menjadi sasaran Iran."
Negosiasi antara Iran dan AS mengalami kebuntuan sejak gencatan senjata pada 8 April, dengan program nuklir Teheran dan kendali Selat Hormuz sebagai poin utama perselisihan.
Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan diikuti oleh pembicaraan langsung di Islamabad pada 11 April, namun tidak ada kesepakatan damai yang langgeng.
Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa tenggat waktu baru, menyusul permintaan dari Pakistan.
Artikel Terkait
Dua Kapal Kargo AS Terdampar di Selat Hormuz, Iran Bantah Klaim Centcom Berhasil Bebaskan Kapal
Penembakan di National Mall Picu Lockdown Gedung Putih, Konvoi Wapres JD Vance Jadi Sorotan
Konflik Iran vs AS Memanas: Militer AS Ledakkan 6 Kapal Iran di Selat Hormuz
Rudal Bawah Laut Iran Hoot 200 Kg: Torpedo Super Cepat yang Bikin Musuh Gemetar