Lebih lanjut, Gus Ipul memaparkan bahwa anggaran tersebut mencakup lebih dari satu jenis sepatu. Setiap siswa menerima beberapa perlengkapan, termasuk sepatu dinas harian (PDH), sepatu lapangan (PDL), dan sepatu olahraga. Paket bantuan juga meliputi kebutuhan guru, seperti sepatu kerja dan perlengkapan lain seperti kaus kaki.
Sementara itu, sepatu yang dibagikan Pemprov Jawa Timur merupakan bantuan terbatas untuk 10 siswa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Gus Ipul mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Ia menekankan pentingnya memahami konteks dan rincian program sebelum menarik kesimpulan. Pemerintah berkomitmen menjaga transparansi dalam setiap penggunaan anggaran publik.
"Kami harap masyarakat tidak mudah beropini tanpa data yang jelas dan tidak termakan isu hoaks," tegasnya.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri