Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan tanggapan keras terhadap respons Jusuf Kalla (JK) atas laporan dugaan penistaan agama yang melibatkan nama JK. Ketegangan ini semakin terfokus pada pertarungan antara PSI dan JK, karena aktor-aktor utama dalam kasus ini tidak bisa dipisahkan dari kedua pihak.
JK dituduh sebagai penyandang dana bagi Roy Suryo dan kawan-kawan oleh pihak yang diduga pendukung Jokowi. Sebagai balasan, JK melaporkan mereka ke polisi dan meminta Jokowi membuka ijazahnya—sebuah simbol yang erat dengan PSI. Tak berhenti di situ, JK juga dilaporkan balik atas video lamanya oleh kelompok yang berlatar belakang PSI.
Dari penyerang, pelapor, hingga pendukung seperti Ade Armando dan Grace Natalie, semuanya tidak lepas dari kaitan dengan PSI. Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, awalnya berupaya mendamaikan anggotanya dengan JK. Namun, JK lebih dulu merespons serius dengan mengumpulkan tokoh-tokoh konflik Poso dan Ambon di kediamannya.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri