Kirab Milangkala Tatar Sunda 2026: Ribuan Warga Sambut Gubernur Dedi Mulyadi di Bogor

- Jumat, 08 Mei 2026 | 23:50 WIB
Kirab Milangkala Tatar Sunda 2026: Ribuan Warga Sambut Gubernur Dedi Mulyadi di Bogor

Acara diawali dengan ritual di tengah jalan yang tepat berhadapan antara Museum Pajajaran dan Istana Batutulis. Setelah ritual selesai, Gubernur bersama pejabat lainnya menunggangi kuda putih untuk memulai karnaval kirab budaya Tatar Sunda. Rute perjalanan dimulai dari Batutulis menuju Jalan Surya Kencana.

Salah seorang warga, Rima Amelia (33), mengungkapkan kebahagiaannya bisa melihat Gubernur Jawa Barat secara langsung. Selama ini, ia hanya menyaksikan sosok Dedi Mulyadi melalui YouTube dan media sosial.

"Seneng banget bisa ngeliat dan ketemu langsung Pak Dedi Bapak Aing. Cuma tadi ga bisa salaman karena mungkin banyak orang, jadi cuma bisa ngeliat doang, sama foto beliau saat naik kuda," ujar Rima.

Selain bertemu Gubernur, Rima juga mengaku terhibur dengan berbagai kesenian yang ditampilkan. Ia tidak menyangka bahwa kesenian Jawa Barat begitu beragam dan menghibur.

"Tadi banyak ya, ada ondel-ondel berwajah cepot, gareng, petruk dan lainnya. Terus ada juga kesenian orang berkostum ondel-ondel, terus jajangkungan dan banyak lagi yang lainnya. Pokoknya seneng banget, rame dan saya baru tahu ternyata Jawa Barat punya seni dan budaya yang bervariasi," ungkapnya.

Rima berharap kegiatan seperti ini terus berlangsung setiap tahun. Menurutnya, acara ini tidak hanya menghibur tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang seni dan budaya Jawa Barat.

"Yang terpenting saya mendoakan Pak Dedi selalu sehat dan panjang umur agar bisa terus menjalankan tugasnya, serta selalu dekat dengan rakyat," tandasnya.

Kirab Budaya Tatar Sunda diisi dengan beragam kegiatan menarik. Mulai dari arak-arakan kesenian Sunda hingga pawai Kirab Mahkota Binokasih yang menjadi daya tarik utama.

Selain itu, penampilan kesenian dari berbagai kampung adat turut memeriahkan acara. Beberapa kampung adat yang tampil antara lain Gelaralam, Sinarresmi, Ciptamulya, Naga, Urug, Kuta, Dukuh, Cigugur, Cikondang, Pulo, Cireundeu, Miduana, Cikalong, dan Galuh. Keberagaman ini menunjukkan kekayaan budaya Sunda yang patut dilestarikan.


Halaman:

Komentar