Kekerasan Fisik dan Seksual Menanti Korban
Penderitaan Kusnia tidak berhenti di situ. Selama tinggal bersama pria tersebut, ia mengaku kerap mengalami kekerasan fisik dan seksual. Setiap kali menolak kemauan pria yang menikahinya, Kusnia akan dianiaya. Kabar terbaru menyebutkan bahwa saat ini Kusnia berada di sebuah panti jompo di wilayah Anhui, China, dalam kondisi terlantar dan hanya mengandalkan belas kasihan penjaga untuk mendapatkan makanan.
Keluarga Berharap Pemerintah Segera Bertindak
Di kediaman orang tua Kusnia di Indramayu, suasana haru menyelimuti. Darkem, ibunda Kusnia, menangis histeris sambil memegang foto sang anak. "Anak saya sering telepon sambil nangis, cerita disiksa di sana. Saya mohon kepada pemerintah, tolong pulangkan anak saya. Kami orang kecil tidak punya biaya," ujar Darkem dengan suara terbata-bata.
Pihak keluarga sangat berharap Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan KBRI di China dapat segera melakukan langkah diplomasi untuk menjemput Kusnia. Kasus dugaan TPPO pengantin pesanan ini kini menjadi perhatian aktivis buruh migran dan perangkat desa setempat untuk segera dilaporkan secara resmi ke pihak berwenang guna proses hukum bagi para perekrut di Indonesia.
Artikel Terkait
Hercules Ancam Amien Rais: Ancaman Ruang Kritik dan Letupan Reformasi Baru
DPR Resmi Lantik Adela Kanasya Adies Gantikan Adies Kadir untuk Periode 2026-2029
Rupiah Tembus Rp 17.500 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah
Nadiem Makarim Bersyukur Dapat Tahanan Rumah, Siap Jalani Operasi dan Tetap Kooperatif dalam Kasus Korupsi Chromebook Rp809 M