Menurutnya, dampak paling besar dari melemahnya rupiah bukan dirasakan investor asing, melainkan masyarakat kelas menengah dan pekerja. Rupiah Melemah, PHK dan Harga Barang Diprediksi Naik.
Timothy menjelaskan penguatan dolar AS akan langsung menghantam industri yang bergantung pada bahan baku impor seperti farmasi, tekstil, hingga otomotif. Ketika biaya impor melonjak, perusahaan akan melakukan efisiensi besar-besaran.
“Yang pertama dilakukan itu pasti gelombang PHK. Ketika PHK terjadi, daya beli masyarakat turun. Harga-harga sparepart, barang kebutuhan, semuanya naik,” katanya.
Ia juga menyinggung ketidakpastian geopolitik global, termasuk konflik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia yang memperburuk tekanan terhadap rupiah. Bagi Timothy, situasi saat ini memiliki kemiripan dengan berbagai fase krisis ekonomi Indonesia di masa lalu. Karena itu, ia memilih membedah sejarah rupiah sejak era awal kemerdekaan sebagai pelajaran penting bagi generasi muda.
Artikel Terkait
Kinerja Bea Cukai Membaik, Setoran Naik 0,6% dan Penindakan Rokok Ilegal Melonjak 125,8%
KSAD Maruli Simanjuntak Pertanyakan Sumber Dana Film Kontroversial Pesta Babi
Kejagung Didorong Usut Tuntas Dugaan Korupsi Proyek IKN yang Rugikan Rp75,8 Triliun
Viral Lomba Komentar Rasis di Instagram: Polda Jateng Ungkap Pelaku Anak Perwira Polisi