Menurutnya, dampak paling besar dari melemahnya rupiah bukan dirasakan investor asing, melainkan masyarakat kelas menengah dan pekerja. Rupiah Melemah, PHK dan Harga Barang Diprediksi Naik.
Timothy menjelaskan penguatan dolar AS akan langsung menghantam industri yang bergantung pada bahan baku impor seperti farmasi, tekstil, hingga otomotif. Ketika biaya impor melonjak, perusahaan akan melakukan efisiensi besar-besaran.
“Yang pertama dilakukan itu pasti gelombang PHK. Ketika PHK terjadi, daya beli masyarakat turun. Harga-harga sparepart, barang kebutuhan, semuanya naik,” katanya.
Ia juga menyinggung ketidakpastian geopolitik global, termasuk konflik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia yang memperburuk tekanan terhadap rupiah. Bagi Timothy, situasi saat ini memiliki kemiripan dengan berbagai fase krisis ekonomi Indonesia di masa lalu. Karena itu, ia memilih membedah sejarah rupiah sejak era awal kemerdekaan sebagai pelajaran penting bagi generasi muda.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri