MULTAQOMEDIA.COM -- Nilai tukar rupiah kembali anjlok terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa, 19 Mei 2026. Pelemahan rupiah hari ini memicu kekhawatiran publik, terutama di kalangan investor dan pekerja.
Berdasarkan data interbank global di laman Bloomberg, indeks dolar AS terhadap rupiah pada pukul 09.55 WIB berada di posisi Rp 17.718,00. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 50,00 poin atau mengalami penguatan sebesar 0,28 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di angka 17.668,53. Artinya, rupiah kembali melemah signifikan.
Terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali memicu kekhawatiran publik. Investor muda sekaligus influencer finansial Timothy Ronald angkat bicara dan membagikan strategi bertahan agar masyarakat tidak kehilangan nilai kekayaannya.
Lewat kanal YouTube pribadinya pada Senin (18/5/2026), Timothy Ronald menyebut pelemahan rupiah kali ini bukan sekadar gejolak biasa, melainkan bagian dari pola sejarah panjang devaluasi mata uang Indonesia yang terus berulang dari masa ke masa.
“Kalau teman-teman lihat, sesuai prediksi gua beberapa minggu lalu, rupiah sudah menyentuh Rp17.500 dan sekarang naik lagi ke Rp17.600. Jadi apa yang sebenarnya terjadi dan gimana strategi kita survival?” ujar Timothy.
Artikel Terkait
Kinerja Bea Cukai Membaik, Setoran Naik 0,6% dan Penindakan Rokok Ilegal Melonjak 125,8%
KSAD Maruli Simanjuntak Pertanyakan Sumber Dana Film Kontroversial Pesta Babi
Kejagung Didorong Usut Tuntas Dugaan Korupsi Proyek IKN yang Rugikan Rp75,8 Triliun
Viral Lomba Komentar Rasis di Instagram: Polda Jateng Ungkap Pelaku Anak Perwira Polisi