MULTAQOMEDIA.COM - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea melontarkan kritik pedas terhadap Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai. Kritik ini berkaitan dengan pernyataan Pigai soal penanganan pelaku begal yang dinilai kontroversial.
Dalam video yang viral di media sosial, Hotman menyatakan dukungan penuh terhadap Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Sahroni sebelumnya meminta aparat kepolisian tetap bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan demi keamanan masyarakat.
"Begal itu melanggar hak asasi. Kalau bisa dilumpuhkan tanpa mati, itu lebih baik. Tapi kalau tidak bisa, mau tidak mau harus ditembak terukur," tegas Hotman dalam pernyataannya, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Hotman, tindakan tegas aparat sangat diperlukan untuk melindungi masyarakat dari ancaman kriminalitas jalanan yang semakin meresahkan. Ia menilai pernyataan Pigai yang menolak penembakan langsung justru tidak berpihak pada rasa aman warga.
"Pak Pigai, sudah waktunya Anda berpikir ulang. Apakah Anda cocok menjadi Menteri HAM?" ujar Hotman dengan nada kesal.
Hotman mengaku kecewa karena banyak kasus pelanggaran HAM serius yang belum mendapat perhatian, sementara tindakan aparat terhadap begal justru dipersoalkan. "Orang sudah begal di mana-mana, kamu bilang ditembak melanggar HAM. Coba bayangkan kalau keluarga kamu yang dibegal," tegasnya.
Meski demikian, Hotman tetap menekankan bahwa tindakan aparat harus dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur hukum, bukan tindakan brutal tanpa aturan.
Dalam kesempatan yang sama, Hotman juga menyatakan dirinya adalah pendukung Presiden Prabowo Subianto dan berharap pemerintahan berjalan sukses. Namun, ia menegaskan dukungan politiknya tidak berarti membenarkan semua pendapat pejabat pemerintah.
"Bukan berarti saya mendukung pendapat-pendapat yang konyol," katanya.
Sebelumnya, Ahmad Sahroni juga mengkritik pernyataan Natalius Pigai. Politikus Partai NasDem itu menegaskan aparat penegak hukum harus tetap bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan demi menjamin rasa aman masyarakat.
"Yang saya hormati Pak Pigai, begal wajib ditindak dengan tembakan terukur, bukan tembak mematikan. Itu saya tidak setuju," tulis Sahroni di akun media sosial pribadinya.
Sahroni menilai pendekatan hak asasi manusia tidak boleh hanya fokus melindungi pelaku kejahatan. Hak masyarakat untuk hidup aman dan nyaman juga harus dijamin.
"Pak Pigai kan Menteri HAM, harus membela dan memberikan masyarakat rasa nyaman dan aman. Jangan malah terkesan mendukung pelaku begal," ujar Sahroni.
Diketahui, Natalius Pigai sebelumnya menolak usulan penembakan langsung terhadap pelaku begal. Ia menilai tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip HAM.
Pernyataan itu disampaikan Pigai saat menanggapi usulan Kapolda Lampung Helfi Assegaf yang meminta pelaku begal ditembak mati di tempat.
"Saya tidak membolehkan orang ditembak tanpa melalui prosedur dan proses hukum yang jelas. Tidak boleh begal ditembak langsung di tempat. Kata-kata tembak langsung di tempat bertentangan secara prinsip dengan hak asasi manusia," kata Pigai, Rabu (20/5/2026).
Pigai menegaskan negara tidak boleh merampas hak hidup seseorang tanpa proses hukum yang berlaku. Menurutnya, pelaku kejahatan sebaiknya ditangkap hidup-hidup agar bisa diproses secara hukum dan menjadi sumber informasi untuk mengungkap jaringan kejahatan.
Meski demikian, Pigai menegaskan pemerintah tetap berkewajiban menjaga keamanan masyarakat. Karena itu, aparat kepolisian diminta meningkatkan pengamanan agar masyarakat terhindar dari aksi kriminalitas jalanan seperti begal.
Artikel Terkait
Kejar-kejaran Mobil Polisi vs Pelaku Pembunuhan Wanita di Bogor Berakhir Terguling di Pinggir Tol
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Fundamental Ekonomi Kuat, Krisis 1998 Tak Akan Terulang
SIM Digital Korlantas Polri Resmi Diluncurkan, Begini Cara Gunakan di Ponsel
Prabowo Salah Ucap Soal Gaji Guru Viral, Bocah SD Ini Beri Kritik Polos yang Bikin Haru