MULTAQOMEDIA.COM - Kekejaman Israel terhadap aktivis kemanusiaan Gaza dari Global Sumud Flotilla (GSF) mulai terungkap setelah mereka dibebaskan dan tiba di Turki pada Kamis (21/5/2026). Selain penyiksaan fisik seperti pemukulan dan setrum, sejumlah aktivis internasional melaporkan mengalami pelecehan seksual, termasuk pemerkosaan.
Penyelenggara GSF mengungkapkan bahwa beberapa aktivis harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit Turki akibat luka parah. Lebih mengkhawatirkan lagi, setidaknya 15 aktivis melaporkan kasus pelecehan seksual, termasuk pemerkosaan.
GSF mencatat sedikitnya 15 insiden pelecehan seksual, dengan kasus terparah terjadi di salah satu "kapal penjara" Israel. Kapal tersebut merupakan armada pendaratan militer yang diubah menjadi penjara darurat lengkap dengan kawat berduri.
Artikel Terkait
Trump Lempar Stephen Colbert ke Tempat Sampah, Video AI Viral Picu Perang Politik AS
Krisis Kuba Memuncak: Kapal Induk AS Berlabuh, Raul Castro Didakwa, Ancaman Perang Mengintai
Presiden Korsel Lee Jae Myung Perintahkan Kajian Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Usai Serangan Kapal Bantuan Gaza
Ledakan Tambang Batu Bara China Tewaskan 82 Pekerja, Kebocoran Gas Jadi Pemicu