Para aktivis dimasukkan ke dalam kontainer dan dipukuli di bagian kepala serta tulang rusuk. Mereka juga mengalami berbagai bentuk pelecehan seksual, termasuk penggeledahan tubuh yang merendahkan, ejekan bernuansa seksual, perabaan, penganiayaan pada alat kelamin, hingga beberapa laporan pemerkosaan.
"Setidaknya 12 serangan seksual telah didokumentasikan di kapal itu saja, termasuk pemerkosaan anal dan penetrasi paksa menggunakan pistol," demikian pernyataan resmi GSF yang dikutip dari Reuters pada Sabtu (23/5/2026).
Pemerintah Jerman mengonfirmasi bahwa beberapa warga negaranya mengalami luka-luka dan perlakuan "serius" selama penahanan, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Pasukan Israel menangkap total 422 aktivis GSF dari 44 negara yang berlayar menuju Gaza. Mereka memulai pelayaran dari pelabuhan Marmaris, Turki, menggunakan 50 kapal pada 14 Mei. Namun, rombongan tersebut dicegat dan ditangkap di perairan internasional dekat Siprus, sekitar 400 km dari Gaza.
Artikel Terkait
Trump Lempar Stephen Colbert ke Tempat Sampah, Video AI Viral Picu Perang Politik AS
Krisis Kuba Memuncak: Kapal Induk AS Berlabuh, Raul Castro Didakwa, Ancaman Perang Mengintai
Presiden Korsel Lee Jae Myung Perintahkan Kajian Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Usai Serangan Kapal Bantuan Gaza
Ledakan Tambang Batu Bara China Tewaskan 82 Pekerja, Kebocoran Gas Jadi Pemicu