Namun, rezim Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dinilai buta terhadap kondisi sosial. Menurutnya, mereka lebih mementingkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap habis APBN dan Koperasi Desa Merah Putih yang nirmanfaat.
"Pertanyaannya, siapa yang sebenarnya rezim layani? Cita-cita Pancasila atau cita-cita untuk berkuasa?" cetusnya.
Ia pun mengaku mempertanyakan kesalahan pemerintah secara langsung kepada perwakilan pemerintah yang hadir di UGM. Menurutnya, Nusron Wahid dan Sudaryono menyatakan tidak ada kesalahan yang dilakukan pemerintah.
"Bahkan, Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN mengelak mengakui adanya ratusan tanah adat yang dicuri oleh pemerintah untuk proyek food estate," uangkapnya.
Menurut Adam, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono juga mengelak mengakui krisis yang saat ini sedang terjadi, yaitu bocornya APBN akibat program kerja populis, MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
"Tak lupa, Budiman "Sang Pengkhianat Reformasi" Sudjatmiko, Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan, menghilang ketika kami ingin mempertanyakan nasib rakyat miskin dan termarjinalkan," bebernya.
Lebih lanjut, Adam menegaskan aksi protes yang dilakukannya hanya untuk memperjuangkan bahwa Pancasila tidak seharusnya menjadi pemanis dalam forum resmi.
Sementara, nilai-nilai keadilan sosial, kemanusiaan, dan kedaulatan rakyat tak pernah serius mereka perjuangkan.
"Jika pemerintah terus merampas keadilan dan membiarkan perut rakyat kelaparan, jangan salahkan publik jika kesabaran ini habis. Jangan terkejut, jika dalam waktu dekat revolusi menjadi satu-satunya jalan keluar," pungkasnya.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri