Kebutuhan ini diprioritaskan untuk pembiayaan BMP dan listrik tahun anggaran 2026, penambahan alokasi anggaran dukops Bhabinkamtibmas, serta pengadaan perlengkapan persiapan pengamanan Pemilu 2029.
Selain itu, dana juga dialokasikan untuk penambahan anggaran lidik sidik tindak pidana, Dalsus, pemeliharaan dan perawatan peralatan serta bangunan, kaporlap rutin sesuai jumlah PNPP, kapordik, dan ofdik.
Polri juga mengalokasikan dana untuk DOB pembentukan satker baru, peningkatan tipologi satker, serta operasi terpusat seperti Operasi Damai Cartenz, Operasi Lilin, dan Operasi Ketupat.
"Penambahan alokasi anggaran penanggulangan bencana, rusuh massa, dan PAM VVIP. Penambahan alokasi anggaran even nasional dan even internasional," tambah Wakapolri.
3. Belanja Modal (Rp40,6 Triliun)
Sektor ketiga menjadi yang terbesar dengan kebutuhan Rp40,6 triliun. Prioritas utama meliputi pemenuhan kendaraan listrik pelayanan masyarakat dan SPKL, kendaraan khusus Brimob, pembangunan dan peningkatan pelayanan RPK kepolisian, serta pembangunan mako Polda, polres, polsek, dan polsubsektor wilayah perbatasan dan SPKT.
Anggaran ini juga mencakup pembangunan rumah dinas bagi anggota Polri dan pemenuhan almatsus Polri dalam rangka persiapan pengamanan Pemilu 2029.
"Berdasarkan usulan tambahan tahun anggaran 2027, Polri bakal mengusulkan kembali kekurangan tersebut untuk dialokasikan pada pagu anggaran atau alokasi anggaran 2027," pungkasnya.
Artikel Terkait
119 Orang Diamankan dalam Kericuhan Eksekusi Hotel Sultan, Polri Usut Aktor Intelektual
UAS Jadi Saksi Meringankan Gubernur Riau Abdul Wahid di Sidang Korupsi Pemerasan
Trump Bohongi Dunia Soal Gencatan Senjata Iran: Bocoran MoU USD 300 Miliar Bantah Klaimnya
Rapat Panas DPR vs Menteri HAM: Usulan Anggaran Rp492,9 Miliar Disorot