Berdasarkan penuturan tim investigasi, Abdi sempat menolak tawaran awal senilai Rp50 juta. Pada hari yang sama, oknum polisi lain berinisial E diduga kembali mendekati Abdi di kawasan Jalan Surabaya dengan iming-iming yang lebih besar, yakni Rp70 juta. Namun, tawaran kedua ini pun kembali ditolak.
"Nah untuk itu disiapkan anggarannya lah Rp 50 juta. Itu Abdi juga tidak menerima itu, menolak," ungkap Eko.
Peta argumen berubah total di hari H aksi. Abdi kembali diajak merapat dalam pertemuan yang melibatkan dua alumni UBK yang merupakan seniornya di organisasi eksternal kampus. Kali ini, taktiknya berhasil. Lewat intervensi sang senior, lokasi demo akhirnya disepakati untuk digeser dengan nominal kompensasi yang turun menjadi Rp20 juta.
Cair Setelah Demo Selesai
Meski kesepakatan sudah dicapai sejak pagi hari, realisasinya tidak langsung berjalan mulus. Aksi mahasiswa UBK tetap bertahan di area Jalan Medan Merdeka Selatan dan tidak bergeser ke Gedung DPR RI. Kendati demikian, aliran dana dari pihak aparat disinyalir tetap mengalir. Dana sebesar Rp20 juta itu dilaporkan baru berpindah tangan ke Abdi pada Senin malam di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, setelah seluruh rangkaian aksi mahasiswa bubar. Tim investigasi internal UBK memastikan bahwa uang tersebut awalnya dipegang oleh pihak senior sebelum akhirnya diserahkan langsung kepada Abdi."
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri