Pertarungan sengit di lini tengah juga diprediksi akan terjadi antara Rodri dan Enzo Fernandez. Sebagai kapten Spanyol, Rodri menjadi motor permainan timnya. Ia tampil dominan dengan distribusi bola yang luar biasa. Sepanjang turnamen, Rodri mencatatkan 648 operan sukses dengan tingkat akurasi mencapai 93 persen, terbanyak dibandingkan pemain lain di Piala Dunia 2026. Rodri juga menjadi pemain dengan jarak tempuh tertinggi di turnamen, yakni 83.802 meter. Kemampuannya memutus serangan lawan membuatnya memimpin kategori pertahanan dalam FIFA Power Rankings.
Namun, Rodri akan menghadapi tantangan berat dari Enzo Fernandez. Peraih penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2022 ini kembali menjadi pilar penting Argentina. Selain rajin merebut bola dengan catatan 43 kali merebut bola dari lawan, Fernandez tampil menentukan di fase gugur. Ia mencetak gol kemenangan saat Argentina mengalahkan Mesir di babak 16 besar melalui sundulan di masa tambahan waktu. Di semifinal melawan Inggris, Fernandez kembali menjadi penyelamat lewat gol penyeimbang pada menit ke-85 yang membuka jalan bagi comeback dramatis La Albiceleste.
Lamine Yamal vs Nicolas Tagliafico
Duel menarik lainnya akan tersaji di sektor sayap kanan Spanyol. Lamine Yamal kembali menunjukkan mengapa ia disebut sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di dunia. Setelah sempat terganggu cedera hamstring, bintang Barcelona itu terus meningkatkan performanya sepanjang Piala Dunia. Kecepatan dan kelincahan Yamal memaksa bek Prancis melakukan pelanggaran yang berujung penalti di semifinal. Kreativitasnya juga membuat pemain berusia 19 tahun ini berada di posisi keenam kategori kreativitas dalam FIFA Power Rankings.
Di sisi lain, Argentina memiliki bek kiri berpengalaman, Nicolas Tagliafico, yang siap meredam ancaman Yamal. Pemain Olympique Lyon ini merupakan bagian dari skuad Argentina yang menjuarai Piala Dunia 2022 dan kembali menunjukkan konsistensinya di turnamen kali ini. Tagliafico dikenal sebagai bek yang tangguh dalam duel satu lawan satu, disiplin menjaga posisi, serta memiliki kecerdasan taktis tinggi. Dengan 82 penampilan bersama tim nasional Argentina dan pengalaman bermain penuh selama 120 menit di final Piala Dunia 2022 melawan Prancis, pemain berusia 33 tahun itu diharapkan mampu memanfaatkan pengalamannya untuk menghadapi Yamal.
Ketiga duel individu ini diperkirakan akan memainkan peran penting dalam menentukan siapa yang akan mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Di satu sisi, ada pengalaman dan ketenangan Argentina yang dipimpin Messi. Di sisi lain, Spanyol mengandalkan kolektivitas permainan serta munculnya generasi emas baru yang dipimpin Rodri dan Yamal. Hasil dari pertarungan individu di berbagai sektor lapangan diyakini akan sangat memengaruhi jalannya laga final di Stadion New Jersey.
Artikel Terkait
Kontroversi Mutasi ASN KemenPU: Dody Hanggodo Diduga Titipan H. Isam, Warganet Ramai Bongkar Fakta
Mendagri Tito: Kepala Daerah Bukan Anak Kecil, Pengawasan 24 Jam Tak Mungkin Cegah Korupsi
KPK Selesaikan Analisis Laporan Gratifikasi Menteri Kehutanan, Kasus Korupsi Bupati Kuansing Terus Dikembangkan
Drama Status Hukum Febrie Ardiansyah: Tersangka, Saksi, Tersangka Lagi dalam Hitungan Jam