Pilot Malaysia Airlines Tertangkap Bawa 26 Kg Ekstasi dan Sabu di Bandara Soetta, Modus Lewati Jalur Khusus Kru Terungkap

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 02:00 WIB
Pilot Malaysia Airlines Tertangkap Bawa 26 Kg Ekstasi dan Sabu di Bandara Soetta, Modus Lewati Jalur Khusus Kru Terungkap





MULTAQOMEDIA.COM – Geger! Seorang pilot Malaysia Airlines diamankan aparat Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) karena kedapatan membawa narkotika jenis ekstasi seberat 26 kilogram dan sabu 4 gram. Peristiwa ini menjadi sorotan tajam publik dan mengungkap celah keamanan jalur khusus kru penerbangan di bandara internasional.

Pilot berinisial Mohd Saufi bin Othman (39) ditangkap setelah koper pribadinya yang dibawa dari Kuala Lumpur ke Jakarta ditemukan penuh dengan 14 bungkus ekstasi atau setara 70 ribu butir. Selain itu, petugas juga menyita 4 gram sabu dari tas tangan tersangka.

Kronologi Penangkapan Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

Penangkapan dramatis ini terjadi pada Rabu (29/7/2026) malam. Berbeda dengan operasi biasa, pengungkapan kasus ini berawal dari analisis intelijen Bea Cukai yang membidik penerbangan Malaysia Airlines MH727 rute Kuala Lumpur-Jakarta. Sebelum pesawat mendarat, petugas telah memiliki informasi kuat mengenai barang bawaan mencurigakan milik kru penerbangan.

Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengungkapkan bahwa tersangka langsung diawasi ketat setelah pesawat tiba. Kecurigaan petugas pun terbukti saat koper milik pilot tersebut diperiksa secara menyeluruh.

"Pada saat datang, kecurigaan terhadap barang yang dibawa oleh pilot yang bersangkutan kemudian dilakukan pemeriksaan. Koper tersebut tampak biasa karena ditutupi pakaian di bagian atas. Namun setelah dibongkar, hampir seluruh isi koper penuh dengan ekstasi," ujar Hengky dalam konferensi pers, Jumat (31/7/2026).

Modus Penyelundupan dan Jalur Khusus Kru Penerbangan

Kasus ini menyoroti modus penyelundupan yang memanfaatkan akses khusus pilot dan awak kabin di bandara. Tersangka diduga nekat membawa narkoba karena merasa memiliki jalur berbeda dibanding penumpang biasa. Meski demikian, otoritas bandara menegaskan bahwa jalur khusus tersebut tidak bebas dari pengawasan.


Halaman:

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler