"Diberikanlah uang Rp5 juta disuruh balik ke Jakarta. Karena dia sebagai Karumga, dia memiliki kewajiban sebagai kepala rumah tangga yang bersangkutan dia balik nih," lanjut dia.
Ditemukan Meninggal di Depan Klinik Kecantikan
Setelah tiba kembali di Jakarta, Sutrimo ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di depan sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kejanggalan semakin terasa karena berdasarkan informasi yang diterima Pitra, Sutrimo tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya.
"Dari awal dia tidak punya riwayat sakit, tiba-tiba dari mulutnya keluar busa," tutur dia.
Dorongan Ekshumasi untuk Mengungkap Fakta
Rentetan kejanggalan tersebut menjadi alasan utama pihak Pitra Romadoni untuk mendorong pelaporan kepada pihak kepolisian terkait dugaan kematian tidak wajar. Selain itu, terdapat desakan kuat dari aktivis hak asasi manusia (HAM) dan aktivis sosial agar dilakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo.
"Artinya tidak hanya selesai di dalam pemeriksaan rumah sakit kemarin, tapi teman-teman ini menginginkan agar dilakukan ekhumasi," pungkasnya.
Hingga saat ini, publik masih menantikan kejelasan dari pihak berwenang terkait penyelidikan kasus ini. Berbagai spekulasi bermunculan di masyarakat, namun proses hukum tetap menjadi jalan utama untuk mengungkap misteri di balik wafatnya Sutrimo.
Artikel Terkait
PB IDI Ultimatum Dokter: Larang Keras Bully Pasien di Medsos, Pelaku Terancam Sanksi Etik Berat
Ramalan Yessi Dayak Soal Prabowo Runtuh Agustus 2026: Mitos atau Fakta?
Kontroversi Dokter Elda LPDP: Bullying Pasien BPJS hingga Dugaan Alamat Izin Praktik Palsu di Sleman
Nakes RSUD Soekardjo Minta Maaf Usai Viral Hina Pasien BPJS, Terancam Sanksi Tegas