Menteri Kebudayaan Fadli Zon Ungkap Fakta: Rekaman Suara Proklamasi 17 Agustus 1945 Bukan Asli, Tapi Hasil Rekaman Ulang Tahun 1951 di Studio RRI

- Senin, 17 Agustus 2026 | 03:25 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Ungkap Fakta: Rekaman Suara Proklamasi 17 Agustus 1945 Bukan Asli, Tapi Hasil Rekaman Ulang Tahun 1951 di Studio RRI

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, kembali meluruskan sebuah fakta sejarah penting yang selama ini mungkin keliru dipahami oleh masyarakat. Beliau mengungkapkan bahwa rekaman suara pembacaan Proklamasi Kemerdekaan RI yang sering kita dengar setiap tanggal 17 Agustus bukanlah rekaman asli dari momen bersejarah pada tahun 1945. Suara yang kita kenal tersebut ternyata merupakan hasil rekaman ulang yang dilakukan beberapa tahun setelah proklamasi dibacakan.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Fadli Zon saat menghadiri acara Tapak Tilas Proklamasi di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta, pada Minggu (16/8). Dalam sambutannya, beliau menceritakan secara runtut rangkaian peristiwa heroik mulai dari peristiwa Rengasdengklok hingga detik-detik pembacaan teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur.

"Kalau kita juga boleh jujur, suara pidato Bung Karno ketika itu, proklamasi juga direkam lima tahun kemudian," ungkap Fadli Zon. Beliau menegaskan, "Sehingga itu juga bukan rekaman pada hari H."

Lebih lanjut, Fadli Zon menjelaskan bahwa pada saat pembacaan Proklamasi 17 Agustus 1945, terdapat beberapa rombongan yang datang terlambat dan tidak sempat mendengarkan langsung momen sakral tersebut. Mereka kemudian meminta Soekarno untuk mengulangi pembacaan teks Proklamasi. Hal yang sama juga dirasakan oleh banyak rakyat Indonesia yang tidak memiliki kesempatan untuk mendengarkan langsung suara Bung Karno pada momen krusial tersebut.


Halaman:

Komentar