"Dan ada delegasi rombongan yang datang terlambat, kalau tidak salah termasuk Barisan Pelopor," ujarnya. "Mereka meminta Bung Karno untuk membaca ulang, karena mereka tidak mendengar rasanya proklamasi itu. Tetapi kata Bung Hatta, proklamasi hanya diucapkan sekali saja," kata Fadli menirukan pernyataan Bung Hatta kala itu.
Sejarah Audio Proklamasi: Direkam Ulang pada Tahun 1951
Rekaman yang selama ini kita kenal sebagai suara asli Soekarno membacakan Proklamasi ternyata bukanlah dokumentasi audio dari upacara bersejarah di Pegangsaan Timur 56 pada 17 Agustus 1945. Berdasarkan catatan sejarah dari RRI (Radio Republik Indonesia), tidak ada rekaman suara asli yang berhasil diabadikan pada momen proklamasi tersebut.
Barulah pada tahun 1951, Jusuf Ronodipuro yang merupakan pendiri RRI, berinisiatif meminta Soekarno untuk membacakan kembali teks Proklamasi di studio RRI Jakarta. Rekaman ulang inilah yang kemudian menjadi dokumen audio bersejarah yang kita kenal dan sering kita perdengarkan hingga saat ini, sebagai pengingat akan perjuangan para pendiri bangsa.
Artikel Terkait
HUT RI ke-81: Curhat Ibu di Monas ke Prabowo, Sarjana Saja Susah Cari Kerja, Anak Nganggur Setahun
Sampan Terbalik Dihantam Ombak Besar di Tanggamus: Puluhan Penumpang Tercebur, Pelayaran Dihentikan
Daftar Artis HUT ke-81 RI di Istana Negara: Wali, Kris Dayanti hingga Duet Bareng Amora Lemos
Menko Polkam Tegas: Simbol Negara Wajib Dihormati, Pelaku Perusakan Garuda Pancasila dan Kericuhan Demo Papua Diproses Hukum