"Ini kapal terakhir. Saat kami sedang menaikkan penumpang, tiba-tiba datang ombak besar. Karena kondisi cuaca seperti itu, keberangkatan kapal saya pending dan tidak dilanjutkan," ungkap Iqbal pada Senin (17/8/2026).
Penundaan Pelayaran dan Pertimbangan Keselamatan Penumpang
Keputusan untuk menunda pelayaran ini sempat mendapat permintaan dari sejumlah penumpang. Mereka berharap kapal tetap diberangkatkan karena memiliki urusan mendesak di Pematang Sawa, termasuk menghadiri upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Meskipun demikian, keselamatan penumpang menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
"Penumpang memang meminta agar tetap diberangkatkan karena ada yang ingin mengikuti upacara. Tetapi saya tetap tidak berani memberangkatkan kapal hari ini," tegas Iqbal.
Para penumpang kemudian diarahkan untuk melanjutkan perjalanan pada Senin pagi sekitar pukul 09.00-10.00 WIB, dengan syarat kondisi perairan sudah dinyatakan aman dan memungkinkan untuk dilalui.
Tidak Ada Korban Jiwa dalam Insiden Sampan Terbalik
Beruntung, insiden sampan terbalik ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Seluruh penumpang dan awak yang berada di sekitar lokasi langsung diturunkan sebagai langkah pencegahan. Sebagian penumpang hanya mengalami pakaian dan barang bawaan basah akibat tercebur ke dalam air.
"Alhamdulillah tidak ada yang luka, cuma basah saja. Sampai hari ini juga tidak ada laporan apa-apa. Tadi kami juga didampingi dari Polair. Semuanya kami turunkan," pungkas Iqbal.
Artikel Terkait
HUT RI ke-81: Curhat Ibu di Monas ke Prabowo, Sarjana Saja Susah Cari Kerja, Anak Nganggur Setahun
Daftar Artis HUT ke-81 RI di Istana Negara: Wali, Kris Dayanti hingga Duet Bareng Amora Lemos
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Ungkap Fakta: Rekaman Suara Proklamasi 17 Agustus 1945 Bukan Asli, Tapi Hasil Rekaman Ulang Tahun 1951 di Studio RRI
Menko Polkam Tegas: Simbol Negara Wajib Dihormati, Pelaku Perusakan Garuda Pancasila dan Kericuhan Demo Papua Diproses Hukum