Kepala BGN Tutup 1.300 Dapur MBG dalam 3 Minggu demi Standar Gizi dan Kesehatan Anak

- Senin, 17 Agustus 2026 | 12:25 WIB
Kepala BGN Tutup 1.300 Dapur MBG dalam 3 Minggu demi Standar Gizi dan Kesehatan Anak





Kepala BGN Tutup 1.300 Dapur MBG dalam 3 Minggu: Fokus pada Standar dan Kesehatan Anak


MULTAQOMEDIA.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengambil langkah tegas dengan menutup sekitar 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya dalam kurun waktu tiga minggu sejak resmi menjabat. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen untuk memastikan kualitas gizi dan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat program.

Penutupan Massal Dapur MBG: Tindakan Tegas demi Kualitas


Sudaryono mengonfirmasi langsung langkah kontroversial ini di Kompleks Istana, Jakarta, pada Senin (17/8/2026). "Sudah saya tutup mungkin 800 tambah kemarin saya sudah menutup 500. Jadi, sudah 1.300 saya tutup selama tiga minggu saya jadi kepala," ujarnya. Angka ini menunjukkan adanya evaluasi besar-besaran terhadap operasional dapur-dapur MBG di berbagai daerah.

Standar Ketat dan Sanksi Permanen bagi SPPG Bermasalah


Kepala BGN menegaskan bahwa SPPG yang tidak mampu memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan, serta tidak menunjukkan itikad baik untuk memperbaiki kinerjanya, akan menghadapi konsekuensi berupa penutupan permanen. Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan yang matang, di mana keselamatan dan kesehatan anak-anak penerima MBG adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.


"Manakala masih ada yang belum, ndak mau diperbaiki ya mohon maaf, demi nyawa seseorang, demi kesehatan seseorang, demi pemenuhan gizi seluruh anak-anak kita, demi primanya program ini, maksudnya baik, tujuannya baik, tapi pelaksanaannya enggak bisa kau ikuti, ya terpaksa harus, harus ditutup permanen," tegasnya dengan nada serius.

Tidak Ada Dapur yang Kebal Hukum


Halaman:

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini