Kepala BGN Tutup 1.300 Dapur MBG dalam 3 Minggu demi Standar Gizi dan Kesehatan Anak

- Senin, 17 Agustus 2026 | 12:25 WIB
Kepala BGN Tutup 1.300 Dapur MBG dalam 3 Minggu demi Standar Gizi dan Kesehatan Anak


Dalam pernyataannya, Sudaryono memastikan bahwa tidak ada satupun SPPG yang kebal dari proses penindakan. Pihak BGN akan fokus pada kepatuhan terhadap sistem dan standar yang berlaku, bukan pada siapa pemilik atau pihak di balik pengelolaan dapur tersebut.


"Saya enggak peduli itu SPPG-nya misalnya apa punya siapa saya enggak lihat, saya lihat sistem," katanya. Pernyataan ini menegaskan bahwa integritas dan kualitas pelayanan adalah kunci utama dalam menjalankan program prioritas nasional ini.

Apresiasi untuk Mitra yang Patuh dan Peringatan untuk Oknum


Di tengah gencarnya penutupan, Sudaryono juga menyampaikan apresiasi kepada para mitra SPPG yang telah menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai prosedur. Namun, ia memberikan peringatan keras bagi oknum-oknum yang bekerja tidak sesuai standar bahwa mereka akan ditindak secara tegas.


"Saya ucapkan terima kasih yang kerjanya sudah baik, minta maaf kalau ada oknum-oknum yang masih belum perfect, belum bisa, belum bisa baik kerjanya dan izinkan saya bagi yang tidak baik dan enggak bisa kerja ini untuk kami tindak secara tegas," imbuhnya.

Evaluasi Insentif SPPG: Menunggu Keputusan Final


Terkait isu insentif untuk pengelola SPPG, Sudaryono menyatakan bahwa BGN masih melakukan evaluasi mendalam. "Sedang kita evaluasi, nanti tunggu tanggal mainnya," pungkasnya. Hal ini mengindikasikan bahwa akan ada kebijakan baru terkait skema insentif yang lebih adil dan transparan di masa mendatang.


Langkah tegas Kepala BGN ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas program Makan Bergizi Gratis secara keseluruhan, memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang optimal dan aman dari dapur-dapur yang telah tersertifikasi.


Halaman:

Komentar